Belajarlah Mahasiswa Sampai ke Iran

 

PALEMBANG – Kedubes Iran untuk Indonesia Hojjat Ebrahimian sepakat kedepannya terjalin komunikasi dan kerjasama secepatnya dengan pemerintahan baru Jokowi-JK dalam berbagai bidang. Termasuk pengenalan sistem pemerintah oleh para dosen dan mahasiswa. Hal itu disampaikannya saat Seminar Internasional yang digelar di Kampus IAIN Palembang, Selasa (28/10).

Pada seminar ini juga dihadiri Prof Dr Basri Hasanuddin MA mantan Kedubes Indonesia untuk Iran sekaligus mantan Rektor Unras. Menurut Hojjat Ebrahimian, seminar ini tentunya bertujuan melakukan hal yang ilmiah dan menginginkan masyarakat Indonesia lebih dekat dan mengenal masyarakat Iran begitupun sebaliknya. Namun, memang bahasan penting salah satunya, mengenai sistem pemerintahan di Iran dan UUD di Iran begitupun dengan pemerintahan dan UUD di Indonesia.

“Kami menginginkan supaya para dosen dan mahasiswa lebih mengenal sistem pemerintahan di Iran. Karena itu kami melakukan pendekatan dengan UUD yang ada di Indonesia. Dan, Alhamdulillah, tadi beberapa pembicara seperti Basri Hasanuddin, bicara mengenai bahasan yang baik dan terlihat lebih dekat anatar Iran dan Indonesia,” ujarnya menggunakan bahasa Iran dengan diterjemahkan oleh penerjemah bahasa Indonesia yang dibawanya sendiri guna mempermudah komunikasi dengan Indonesia.

Hojjat berkata, jika semua asas Pancasila yang terdapat di Indonesia memang telah ada di UUD Negara Iran. Seperti asaa ketuhanan, kesatuan,keadilan dan asaa kemanusiaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa UUD Indonesia dan Iran sangat dekat. Namun mungkin yang membedakannya Iran menggunakan UUD berdasarkan Islam sedangkan Indonesia menggunakan UUD berdasarkan Demokrasi.

“Saya sangat senang demokrasi di Indonesia. Sebagaimana keadaan di Indonesia sangat kondusif seperti saat ini, meski memang memiliki beragam macam daya pandang, Agama dan lain sebagainya. Terkait pemerintahan baru Jokowi-JK, kami tentu saja berharap kerjasama yang sudah ada akan tetap berjalan dan sukses, sehingga ke depan Indonesia menjadi pemerintahan yang kuat. Juga memiliki kebijakan-kebijakan yang maksimal sesuai keinginan masyarakat,” harapnya.

Indonesia Negara Besar

Ditempat yang sama, mantan kedubes Indonesia untuk Iran Prof Dr Basri Hasanuddin MA menanggapi pelaksanaan seminar Internasional tersebut dengan harapan kedepan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Iran semakin berkembang pesat, terlebih kedua Negara memiliki potensi yang sama besar.

“Kerjasama di bidang kebudayaan, pendidikan, dan teknologi karena Iran sudah cukup maju, kemudian perdagangan dan investasi. Di mana Indonesia memiliki sejumlah produk yang dibutuhkan di Iran begitupun sebaliknya. Khususnya energi yang murah minyak dan gas yang dihasilkan oleh Iran tersebut,” terang dia.

Harapan kedua belah pihak Indonesia dan Iran terhadap kepemerintahan baru saat ini agar segala sesuatu yang telah berjalan dapat semakin maju. Juga kerjasama dengan luar negeri lebih maju tak hanya dengan Iran saja, namun di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya.

“Banyak hal positif yang didaptkan atas kerjasama dengan Iran ini. Kedepan supaya pemerintah baik daerah maupun pusat agar dapat terus membantu dan merealisasikannya,” kata Basri Hasanuddin.

Sementara itu, wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama IAIN Palembang Prof Dr H A Suyitno M Ag menuturkan, seminar itu sendiri untuk menggali tentang kerumusan kontitusi yang dipakai di Iran dengan Indonesia dan mencari persamaan konsep itu sendiri Mencari titik temu mana yang bisa dijadikan masukan input kedua negara dan ke depan bisa saling kerjasama dalam hak kontitusi itu sendiri.

Juga akan membuka berbagai study tak hanya soal keagamaan, namun berbagai ilmu termasuk soal ketatanegaraan, meski telah ada masih sebatas konteks Program Cinaya Ciasa, ketetanegaraan Islam

Meski kerjasama baru berjalan satu tahun ini, namun kegiatan sudah banyak. Seperti Iranian Coerner, bedah buku, diskusi soal keagamaan dan lain sebagainya yang memang positif. Peserta sendiri dari semua dosen yang ada diperguruan tinggi di Palembang sebanyak 300 orang seperti Unsri, UMP, dan PGRI.

“Dampak positif saat ini, lembaga bisa belajar bahasa fersi, kedepan Iran juga sudah secara langsung menawarkan pertukaran dosen dan study lanjut bagi mahasiswa atau dosen menuju S2 dan S3,” ungkapnya.

Tambah Suyitno, harapannya ke depan adalah seluruh rumusan program semua kerjasama ditandatangani terealisasi dengan baik. Program pengembangan Cina teks memang di Iran tempatnya, pengiriman dosen dan pertukaran mahasiswa akan segera terealisasi.

Soal tanggapan pihak pemerintah sendiri? Kata Suyitno, hingga saat ini cukup baik, bahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin secara langsung menanggapi itu dengan dukungan maksimal termasuk program Win yang ada di IAIN saat ini.

Pihak Suyitno menghimbau soal informasi yang berkembangan mengenai Win tersebut, memang IAIN yang sudah menjadi win dengan semakin membuka luas kerjasama dengan pihak lain dari berbagai kalangan.

“Win IAIN akan semakin berkembang dengan membuka diri kesetiap elemen dan mengharapkan hasil yang maksimal,” disampaikan Suyitno.

 

TEKS   : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *