UMP Sumsel Belum Ideal

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumsel 2015, mencapai Rp 1.974.346 atau meningkat sekitar 8,14 persen dari UMP Sumsel yang berlaku tahun ini.

Namun menurut anggota DPRD Sumsel, Novran Marjani, angka itu belum ideal. Politisi Partai Gerindra yang diusung sebagai calon Wakil Ketua DPRD Sumsel periode 2014-2019 ini menyebut, idealnya UMP di Sumsel Rp 2 juta lebih perbulannya.

“Dengan UMP Rp 2 juta lebih perbulan, saya kira itu baru bisa memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja di Sumsel. Kalau dulu UMP nya Rp 1,8 juta, jadi kalau sekarang para buruh minta diatas Rp 2 juta perbulan, itu wajar saja,” kata Novran yang dihubungi, Senin (27/10).

Novran menyebut, UMP tersebut sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 7 tahun 2013 tentang Upah Minimum, harus ditetapkan secara serentak pada tanggal 1 November. Sementara untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), ditetapkan selambat-lambatnya pada 21 November.

“Dalam penetapan UMP maupun UMK, kita minta harus dilakukan dengan prinsip manusiawi. Jangan sampai UMP yang ditetapkan, tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup buruh saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Sumsel menilai KHL yang ditetapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumsel sebesar Rp 1.794 ribu belum layak.

Idealnya menurut Dodi Arianto, koordinator lapangan (korlap) Kasbi Sumsel, KHL di Sumsel Rp 3,4 juta perbulan. “KLH Rp 1.974 ribu yang ditetapkan Disnaker Sumsel itu, tidak masuk akal. Bagi Kasbi, survei yang dilakukan Dewan Pengupahan dalam penetapan KHL hanyalah rekasaya,” tuding Dodi.

Ia menyebut, dengan KHL hanya Rp 1.794 ribu maka buruh di Sumsel tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apalagi jelasnya, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan naik maka buruh di Sumsel akan semakin sulit hidupnya. “Kami minta Disnaker Sumsel merevisi KHL di Sumsel, menjadi Rp 3,4 juta. Dengan KHL tersebut, barulah buruh bisa hidup layak,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *