Objek Wisata Batu Pagaralam Minim Perhatian

Objek Wisata Batu dipagaralam yang nampak sangat tidak terawat | Foto : Antoni Stefen

Objek Wisata Batu dipagaralam yang nampak sangat tidak terawat | Foto : Antoni Stefen

PAGARALAM – Potensi wisata budaya yang ada di Bumi Besemah, sejauh ini masih belum digarap seutuhnya. Padahal daerah ini menjadi kota wisata andalan Sumatera Selatan (Sumsel). Misalnya, untuk wisata batu saja sangat potensial dan dapat menambah daya tarik wisata, namun pengembangan dan perawatannya belum begitu optimal.

 

Koordinator  BPCB Jambi untuk Juru Pelihara Situs Penjaga Benda Cagar Budaya Pagaralam (BCBP) Ahmad Rivai dan rekanya Ibnu Sutowo Juru Pelihara Situs Batu Gunung Pagaralam sepakat bertaburnya situs batu kuno baik berupa arca, rumah batu, menhir, batu datar dan lainnya bisa menjadikan wisata Pagaralam lebih maju dan berkembang. Syaratnya tentu saja harus dikelola dengan profesional.

 

“Ya, penemuan arca batu terbaru yang ada di kebun milik penduduk belum lama ini membuktikan hal tersebut. Selama ini baru diketahui satu tempat yaitu di sekitar Tegur Wangi yang dijadikan sebagai lokasi wisata. Padahal ada puluhan bahkan ratusan batu lain yang belum tergali dan mesti dimanfaatkan,” ujar Rivai, kemarin (27/10).

 

Ia mengatakan, sejumlah batu di Bumi Besemah ini sangat variatif dan dimanfaatkan sejak zaman dahulu. Misalnya, penemuan 3 batu arca yang berbahan batu kapur. Sedangkan batu datar yang ditemukan di dekatnya adalah batu andesit.

 

“Kendati demikian, potensi batu di Pagaralam sebetulnya tidak hanya berupa arca dan sejenisnya saja yang menjadi peninggalan pra sejarah,” jelasnya.

 

Sementara itu, Eko Iman Fatoni, seorang kolektor batu cincin dan pemburu batu  mengaku,  batu di Bumi Besemah ini begitu  potensial sebagai batu perhiasan seperti batu cincin. Namun, untuk batu akik dan batu giok belum terekslorasi dengan baik.

 

“Kalau tereksplorasi, batu di Pagaralam bisa sejajar dengan batu daerah lain seperti Baturaja, Sungai Dareh dan lainnya,” kata Eko.

 

Ia mengatakan, dirinya sudah mengelilingi banyak tempat yang diduga memiliki bahan batu akik yang bagus. Seperti pernah menyelami sebuah sungai di daerah Tanjung Enim yang dikenal angker sampai memperoleh sebuah batu berkualitas bagus dan bernuansa mistis.

 

“Kalau di Pagaralam tentunya hal itu bisa dikembangkan ke arah wisata. Bisa saja dikembangkan sebagai wisata seperti di Sungai Dareh di Sumatera Barat,” katanya dengan nada meyakinkan.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagaralam, Ibnu Hajar SE menyatakan, kendala yang terjadi dalam pengelolaan beberapa objek wisata di Pagaralam adalah lokasi yang dikuasai masih merupakan tanah milik warga. Sehingga pengelolaannya tidak maksimal.

 

“Meski begitu, tak hanya wisata budaya saja, bahkan wisata alam berupa air terjun seperti di Lematang Indah masih diklaim milik warga,” terangnya.

 

Ia menegaskan, sejauh ini pihaknya tengah berupaya mecari solusi terbaik agar dapat menguntungkan semua pihak.

 

“Kita terus berupaya melakukan pendekatan secara persuasif, sehingga wisata Pagaralam dapat lebih maju,” katanya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *