376 Desa Belum Dialiri Listrik, Sumsel Surplus Listrik ?

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengkritik kinerja PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (WS2JB). Mantan Bupati Muba itu menyebut, Sumsel menjadi provinsi terbesar dalam menyumbang pasokan listrik ke Pulau Jawa dan Bali bahkan ke luar negeri seperti Singapura.

Namun ironisnya terang Alex, pemadaman listrik bergilir justru masih sering terjadi. Padahal sebut Alex, Sumsel suprlus listrik sebesar 545 Mega Watt (MW). Kebutuhan listrik di Sumsel terangnya, hanya 660 MW pada saat beban puncak sementara produksi listrik di Sumsel mencapai 1.210 MW.

“Kedepan, kita berharap agar surplus listrik yang ada di Sumsel dapat digunakan untuk menyuplai listrik ke daerah terdekat lebih dulu, seperti di pedesaan yang masih belum mendapatkan listrik, juga daerah-daerah disekitar Sumsel guna mendapatkan penerangan sesuai dengan prinsip kelistrikan nasional,” kata Alex saat peringatan Hari Listrik Nasional ke-69 di Halaman Kantor PT PLN (Persero) Unit Pembangunan III, Senin (27/10).

Menurut dia, ketenagalistrikan menjadi hal yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat terutama untuk menjalani kehidupan sehari-hari. “Karenanya PLN sebagai BUMN yang memfasilitasi dan menyediakan kebutuhan listrik bagi masyarakat, harus memperhatikan keluhan masyarakat selama ini. Misalnya masih seringnya terjadi pemadamam listrik, juga pencatatan meteran listrik yang sering terjadi kesalahan serta beberapa masalah lain terhadap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Alex juga meminta, sebelum pelaksanaan Asian Games pada tahun 2018 mendatang, Sumsel bisa menjadi provinsi yang mempunyai keandalan listrik terbaik di Indonesia dengan kerja keras dari PT PLN dan Pemprov Sumsel.

Masih Gelap

Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN WS2JB, Paranai Suhasfan menyebut, di Sumbagsel, setidaknya ada 376 desa belum dialiri listrik. Sementara di Sumsel, tinggal 300 desa saja yang masih gelap.

Hal itu sebut Paranai disebabkan, banyaknya kendala yang ditemui untuk mengalirkan listrik ke daerah-daerah tersebut. “Ini disebabkan, akses menuju daerah pedesaan tersebut sangat sulit. Selain itu, biaya pemasangan jaringan listrik yang terbilang cukup mahal. Inilah masalah yang kita temui di lapangan,” kata Paranai.

Kendati demikian, dia menambahkan, pihaknya selalu berusaha melakukan perbaikan infrastruktur penunjang kelistrikan dan penambahan jaringan listrik setiap tahun di daerah-daerah terpencil dan pedesaan di Sumsel.

“Kalau untuk Sumsel, dari 3000 an desa yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel hanya 300an desa yang belum dialiri listrik. PLN setiap tahun selalu mempunyai rencana untuk mengalirkan listrik di desa-desa yang belum dialiri listrik,” lanjutnya.

Menurut Paranai, desa-desa yang saat ini belum dialiri listrik terpaksa menggunakan pembangkit sendiri, seperti memanfaatkan diesel. Namun, lagi-lagi terkendala karena diesel tidak bisa tahan 24 jam.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *