Sopir Ojek Gandeng : Kami Hanya Mau Cari Makan

Ratusan sopir ojek gandeng di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (22/10) mendatangi kantor Dishubkominfo Empat Lawang. Mereka menuntut ada toleransi dari kepolisian dan Dishub untuk tidak menahan motor ojek gandeng yang mati pajak dan pengemudinya tak memiliki SIM. | Foto : Saukani/KS

Ratusan sopir ojek gandeng di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Rabu (22/10) mendatangi kantor Dishubkominfo Empat Lawang. Mereka menuntut ada toleransi dari kepolisian dan Dishub untuk tidak menahan motor ojek gandeng yang mati pajak dan pengemudinya tak memiliki SIM. | Foto : Saukani/KS

EMPAT LAWANG – “Kami bekerja, hanya untuk cari makan bukan cari kekayaan. Kalau sepeda motor kami ditahan bagaimana bisa bekerja, bagaimana anak dan istri kami mau makan. Tolong pak polisi, jangan tahan motor kami saat razia,” pinta Saikhu (36), salah satu sopir ojek gandeng di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Saikhu bersama ratusan teman seprofesinya, Rabu (22/10) sekitar pukul 09.00 WIB, mendatangi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Empat Lawang.

Aksi itu mereka lakukan, sebagai bentuk kekecewaan dan solidaritas karena banyak sopir ojek gandeng yang ditilang dan ditahan motornya oleh anggota Satlantas Polres Empat Lawang. Padahal razia sendiri digelar, untuk penertiban kelengkapan surat kendaraan bermotor.

Saikhu mengaku, memang banyak Surat Izin Mengemudi (SIM), rekan seprofesinya yang mati karena tidak diperpanjang. Tak hanya SIM, sepeda motor yang mereka pakai untuk ojek gandeng pun, banyak yang pajak nya sudah mati.

“Tetapi bukan kami tidak mau membayar pajak atau membuat SIM, jangankan bayar pajak atau membuat SIM. Untuk makan saja sekarang susah, saat ini musim krisis, pak. Tolong dimengerti dan fasilitasi kami,” harapnya.

Keluhan senada disampaikan Andre (27), sopir ojek gandeng lainnya. Ia meminta kepolisian memberikan toleransi agar membebaskan sepeda motor yang pajak kendaraan bermotornya mati tidak ditilang. “Kalau motor bodong, kami tidak protes jika ditahan. Namun kalau hanya mati pajak, tolong jangan ditahan motor kami, karena kami juga butuh makan dari hasil ojek ini,” jelasnya.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Empat Lawang, AKP Maruly didampingi Kanit Regiden Ipda Gunawan, yang menemui ratusan pengemudi ojek gandeng di Dishubkominfo menyebut, pembinaan dan peringatan sebelumnya sudah diberikan oleh Polres Empat Lawang agar pengendara kendaraan bermotor taat akan aturan lalu lintas. “Pembinaan dan peringatan sudah kami lakukan beberapa bulan lalu, saat ini waktunya razia penindakan terhadap pelanggar disiplin,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, disiplin terhadap pengendara kendaraan di Empat Lawang, sudah waktunya dilaksanakan. Meskipun demikian, Polres Empat Lawang masih memberikan toleransi terhadap sopir ojek gandeng yang belum membayar pajak atau SIM nya belum diperpanjang.

“Kami kasih toleransi, untuk memperpanjang SIM ataupun membayar pajak motor mereka. Tapi setelah itu, harus tertib lagi dan tidak ada alasan lagi untuk tidak lengkap surat-surat kendaraannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Empat Lawang, H Choiri Badri menyatakan, usulan sopir ojek gandeng untuk pembuatan SIM massal, akan ditindaklanjuti. “Kita kumpulkan dulu, kemudian kita bantu mengusulkannya ke Gubernur Sumsel. Kita hanya bisa mengusulkan, bukan berjanji untuk pembuatannya,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *