Kini Pagaralam Rawan Kekeringan

PAGARALAM – Meskipun berada di kaki Gunung Dempo, sebagian besar wilayah yang ada di Kota Pagaralam rawan kekeringan dan kesulitan air bersih. Minimnya debit air bersih tidak hanya sumur saja, tapi termasuk daerah hulu sungai juga mulai surut, bahkan sebagian besar sudah banyak mengalami kekeringan.

 

“Mayoritas warga di Bumi Besemah  menggunakan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sementara kondisi saat ini mulai mengalami  kekeringan hingga membuat sejumlah warga mulai mencoba untuk mendalami sumber mata air tersebut, bahkan kedamalan sumur yang ada  hampir mencapai 15 meter lebih, ” kata Ibrahim (35) warga Bangunrejo Kecamatan Pagaralam Utara, kemarin (22/10).

 

Ujar Ibrahim, untuk memenuhi kebutuhan air bersih banyak warga mengambil dari sungai yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal. Adpula sebagian lagi yang membeli guna memenuhi kebutuhan air bersih.

 

“Saat ini debit air sungai besar seperti Selabgis, Lematang dan Endikat sudah mulai berkurang setelah kemarau hampir empat bulan lebih,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, dampak kekeringan bukan hanya dirasakan warga yang tinggal diperkotaan saja dan termasuk di pedesaan. Mengingat hampir ditiap dusun sudah banyak sawah, kolam ikan air tawar mulai megalami kekeringan.

 

“Ya, musim kemarau kali ini cukup panjang hingga sebagian besar sumber air di hulu sungai mengering,” jelasnya.

 

Hal senada dikemukan Yadi (32) warga Talang Jelatang Kelurahan Tebat Giri Indah Kecamatan Pagaralam Selatan. Ia mengatakan,  beberapa dusun yang berada di lima kecamatan, terutama yang berada di dataran tinggi mulai kesulitan mendapatkan air bersih  guna memenuhi kebutuhan makan dan minum.

 

“Jangankan mengairi sawah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mulai sulit. Untuk mengatasi hal itu, sebagian warga mulai menguras dan mendalami sumur. Sedangkan yang lainnya ada juga yang membeli air di kantor Pengelolaan Air Mineral (PAM) untuk kebutuhan setiap harinya, seperti minum, makan dan cuci,” sambungnya.

 

Diantara dusun yang rawan kekeringan lanjutnya, mulai dari Tebat Baru, Talang Jelatang, Talang Kelapa, Terminal Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan. Lalu Bangun Rejo, Talang Sawah, Jalan Gunung , Kecamatan Pagaralam Utara.

 

“Bersama warga lainnya, kami biasanya mengambil air dibeberapa sumber mata air, seperti Sungai Selangis dan Sungai Lematang. Padahal jarakanya hampir mencapai 10 kilomter dari pusat kota,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Ir Sunarto Rohim melalui Kepala UPTD PDAM Haryanto mengatakan, saat ini memang ada sebagian dusun di beberapa kecamatan itu mengalami kesulitan air bersih karena kemarau panjang.

 

“Kendati demikian, sejauh ini kita tengah berupaya melakukan pemasangan  jaringan air bersih,  bahkan sudah ada sebagian dilakukan pemasangan,” terangnya serya berujar pemerintah juga setiap tahun memberikan bantuan untuk pemasangan fasilitas air bersih di beberapa daerah dan ditargetkan pada tahun 2015  seluruh wilayah sudah bisa terlayani.
TEKS     : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *