Dua Honorer K2 Kota Lubuklinggau Terancam Dicoret

LUBUKLINGGAU – Sedikitnya dua dari 137 tenaga honorer kategori dua (K2) yang beberapa bulan lalu dinyatakan lolos tes menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau, terancam gagal mencapai impian menjadi seorang pegawai negeri.

Sebab sampai saat ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN), belum mengeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dua tenaga honorer tersebut. Sedangkan 135 lainya, sudah mengantongi NIP masing-masing.

Penyebabnya menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lubuklinggau, Ikhasan Roni melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Pengangkatan Pegawai, Hasan Andria UY, karena status honorer keduanya bermasalah.

“Keduanya menjadi honorer di instansi swasta bukan pemerintah, selain itu SK penetapan honorer mereka lebih dahulu dibandingkan dengan keluarnya ijazah,” kata Hasan yang dibincangi Rabu (22/10).

“Mereka berdua belum mendapatkan NIP, sedangkan 135 lainya sudah ada. Besar kemungkinan, tidak akan ada solusi dari BKN. BKN tidak akan mau mengeluarkan NIP mereka, jadi kemungkinan mereka gagal jadi CPNS, “ terang Hasan.

Menurut Hasan, berdasarkan aturan dan petunjuk teknis (juknis) pengangkatan tenaga honorer K2 yang ditetapkan Kementrian Pemberdaayan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), K2 yang diangkat harus tercatat sebagai tenaga honorer di instansi pemerintah.

Hal inilah sebut Hasan, yang menyebabkan NIP kedua honorer K2 tersebut tidak keluar dari BKN walau pun mereka termasuk honorer K2 yang dinyatakan lulus dalam seleksi CPNS beberapa waktu lalu.

Hasan juga menerangkan, untuk honorer K2 yang sudah mendapatkan NIP, direncanakan dilantik dan menerima SK CPNS pada November atau Desember mendatang. BKD Kota Lubuklinggau jelasnya, masih menunggu penetapan NIP (F1) dari BKN. Setelah surat itu diterima, barulah Pemkot Lubuklinggau akan mengeluarkan SK pengangkatan mereka sebagai CPNS. “Kita upayakan dalam tahun ini, mereka sudah dilantik dan menerima SK kepegawaian. Tetapi kita tunggu dulu F1 dari BKN,” tukasnya.

 

TEKS          : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *