Dishubkominfo Gelar Razia, Sopir pun resah

Petugas Dishubkominfo merazia pemilik mobil tronton persis di depan Kantor Dishub OKI, kemarin. | Foto : Doni Afriansyah

Petugas Dishubkominfo merazia pemilik mobil tronton persis di depan Kantor Dishub OKI, kemarin. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Belasan sopir angkutan yang melintas di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Ogan Komering Ilir (OKI) mengaku resah adanya razia kendaraan yang digelar Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) OKI, Rabu (22/10). Bagi kendaraan yang dimodifikasi dimensi terpaksa ditilang dan harus mengikuti persidangan serta berujung denda.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, terlihat puluhan petugas dari Dishubkominfo menggelar razia di Jalintim OKI tepatnya di depan kantor Dishub setempat dibantu personil dari Satlantas Polres OKI dan Kodim 0402. Walhasil, kendaraan diperiksa kelengkapan surat menyurat dan dimensi kendaraan sesuai KIR angkutan tersebut. Sampai pukul 12.00 WIB, sedikitnya ada 27 unit angkutan jenis truck, fuso, dan tronton yang diperiksa dan empat unit diantaranya ditilang karena memodifikasi dimensi kendaraan.

Joko (4), sopir angkutan di Jalintim OKI menyampaikan, selama menggunakan jalur Jalintim, ia baru kali ini kendaraannya dirazia petugas Dishubkominfo.

“Biasanya tidak ada razia seperti ini, paling kalau lewat terminal kita bayar Rp 8 ribu untuk karcis dan bisa melintas, tapi kali ini harus ditilang. Ya, cukup repot kalau harus ikut persidangan dan membayar denda,” cetus Joko.

Lanjut Joko, mobil tronton yang ia kemudikan tidak melanggar dimensi sesuai dengan surat KIR namun kendati demikian proses pemeriksaan terlalu berbelit-belit.

“Gak tahu baru kali ini dihentikan biasanya kami cuma bayar di terminal Rp 8 ribu, nah ini belum tahu bakal bayar berapa dengan petugas,” ungkapnya.

Kepala Dishubkominfo OKI, Drs M Dahlan melalui Kabid Dal Ops, Nasran SL mengatakan razia kendaraan tersebut atas perintah Dishubkominfo Provinsi Sumsel.

“Seluruh petugas yang diturunkan dalam razia ini dari Dishub OKI. Namun, kita meminta bantuan dari Satlantas dan Kodim untuk pengamanan di lapangan. Rencananya razia ini akan dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak hari ini (kemarin),” ucap Nasran.

Ia berkata, hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 27 unit kendaraan telah dilakukan pemeriksaan dan empat diantaranya terpaksa diberikan surat tilang karena memodifikasi dimensi kendaraan.

“Yang, kita periksa yakni surat menyurat kendaraan dan barang yang diangkut, izin KIR, dan dimensi kendaraan. Namun, dari puluhan kendaraan yang kita periksa, empat kendaraan yang dimensinya dimodifikasi itu diketahui dengan mengukur langsung panjang kendaraan dan mencocokkan dengan yang tertera pada KIR,” terangnya.

Lantas, bagaimana dengan kendaraan yang ditilang? Jawabnya, nantinya harus mengurusnya di Pengadilan Negeri Kayuagung dan harus mengikuti persidangan.

“Berdasarkan hasil persidangan nanti mereka wajib membayar denda kepada negara melalui bank. Hasil razia ini nantinya akan kita laporkan ke Dishubkominfo Sumsel,” tutupnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *