BLH Sumsel : Kualitas Udara Sumsel Membaik

Ilustrasi Alat uji Kualitas Udara | Dok KS

Ilustrasi Alat uji Kualitas Udara | Dok KS

PALEMBANG – Hujan yang terus mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) akhir-akhir ini, memberikan dampak yang cukup segar terhadap udara. Betapa tidak, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Sumsel saat ini tercatat hanya 53, setelah sebelumnya sempat mencapai angka 700.

“Alhamdulillah, kualitas udara kita membaik dan masuk dalam kategori sedang karena berada di kisaran 51 hingga 100. Itu artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berbahaya pada kesehatan manusia dan hewan,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumsel, Lukitariati, saat diwawancarai, Rabu (22/10).

Menurut Luki, barometer penentuan ISPU yakni Carbon Monoxide (CO), Particulate Matter (PM) 10, Sulfur Dioxide (SO2), Nitrogen Dioxide (NO2) dan Ozone (O3). Secara keseluruhan, CO berada diangka 2, PM 10 berada diangka 53, SO2 berada diangka 20, NO2 berada diangka 40, dan O3 berada diangka 14. “Masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi kesehatan. Terlebih lagi hujan mulai turun dan ini mempercepat pembersihan udara di Sumsel,” jelasnya.

Ditambahkannya, kualitas udara di Sumsel sempat menyentuh angka 700 yang itu artinya kondisi udara sangat membahayakan. Namun, seiring waktu berjalan, kualitas udara di Sumsel berada di trend membaik beberapa hari ke depan.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk mematikan seluruh titik api yang berada di Sumsel. Per 22 Oktober, sedikitnya 29 titik api masih terpantau berada di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Empat titik api berada di Cengal, empat di Pampangan, dua di Pedamaran, dan 19 di Tulung Selapan. Semua titik api tersebut sudah kita bombardir dengan waterbombing menggunakan empat helikopter yang ada,” papar Yulizar.

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pun kembali dilakukan pihaknya dengan menggunakan pesawat Cassa milik TNI Angkatan Udara. Sebanyak 3 ton garam sudah disemai di langit Sumsel mulai Rabu (22/10). Dia berharap, dalam waktu dekat hujan akan turun tepat di daerah-daerah yang masih terpantau titik api.

“Kita akan terus melakukan operasi udara maupun darat sampai asap benar-benar hilang dan kebakaran benar-benar zero. Diperkirakan musim hujan baru berlangsung November mendatang,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *