Polsek Pagaralam Gelar Rekonstruksi Tukang Buah Dihabisi Rekannya

Proses Rekontruksi tersangka Peri Setiawan (19) warga Tebat Baru Ulu, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, yang dengan tega menghabisi temannya seorang tukang buah. | Ist

Proses Rekontruksi tersangka Peri Setiawan (19) warga Tebat Baru Ulu, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, yang dengan tega menghabisi temannya seorang tukang buah. | Ist

PAGARALAM – Diawali selisih paham saat hendak merencanakan sebuah kejahatan, tersangka Peri Setiawan (19) warga Tebat Baru Ulu, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan dengan tega menghabisi temannya seorang tukang buah, korban Reza Hamdani (24) warga Suka Makmur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pagaralam Utara, Jumat 10 Oktober 2014 lalu. Hal itu terungkap dari rekonstruksi pembunuhan terhadap korban yang digelar Polsek Pagaralam Selatan di tempat kejadian perkara.

Proses rekonstruksi yang mendapat perhatian luas masyarakat Pagaralam tersebut diketahui kedua tersangka maupun korban saat sebelum kejadian sempat bermain biliar di sebuah cafe di kawasan Simpang Asam, Pagaralam Selatan. Keduanya lalu bersama saksi Yogi bin Yubahar, warga Sukorejo keluar dari tempat biliar dan berbincang di luar. Saksi Yogi sempat mendengar keduanya berbicara mengenai sebuah rencana mengambil sesuatu. Lalu keduanya menuju ke arah pertigaan Simpang Asam. Kemudian tersangka dan korban berdua saja masuk ke sebuah lorong di Bedeng Sawo belakang loket Sinar Dempo.

Saat berada di lorong tersebut, mereka kemudian didengar oleh saksi Wahyu Hidayat, warga Kelurahan Besemah Serasan, Pagaralam Selatan yang berada di dalam rumahnya sedang membicarakan sebuah rencana pencurian. Saksi melihat keduanya duduk jongkok di depan rumahnya. Tak lama setelah pembicaraan keduanya bangkit dan entah karena apa keduanya tiba-tiba bertengkar hebat.

Kemudian pada adegan 13 rekonstruksi diperagakan tewasnya korban Reza. Korban sempat memegang kerah baju pelaku dan pelaku menangkis serta kemudian mencabut pisau yang ada di pinggangnya. Pelaku menusukkan pisau sebanyak lima kali. Dua kali dari depan sekali tidak mengenai sasaran dan dua dari belakang karena korban berusaha lari.

Akibat tusukan tersebut korban tersungkur dan terguling hingga telentang. Melihat korban terjatuh pelaku melarikan diri. Saksi yang melihat kejadian tersebut dari rumahnya beserta tetangga yang lain berusaha memberikan pertolongan kepada korban dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong lagi karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui Kapolsek Pagaralam Selatan Iptu Wantoro mengemukakan, rekonstruksi ini dilakukan guna mengetahui kronologis peristiwa pembunuhan tersebut.

“Ya, karena selisih paham saat merencanakan kejahatan korban dan pelaku bertengkar yang mengakibatkan tewasnya korban. Atas kejadian ini pelaku dapat dikenai pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Wantoro, kemarin (21/10).

Diberiktakan sebelumnya, pelaku pembunuhan terhadap seorang tukang buah, Reza Hamdani (24) warga Suka Makmur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pagaralam Utara, Jumat 10 Oktober 2014 lalu, berhasil ditangkap petugas Polsek Pagaralam Selatan, (12/10).

Tersangka pembunuhan tersebut Peri Setiawan (19) warga Tebat Baru Ulu, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Kronologis penangkapan terhadap tersangka, berasal dari informasi yang didapat petugas pada hari Jumat sore, anggota polsek langsung melakukan penyidikan untuk mengejar tersangka. Melalui pengembangan tersebut, pelaku berhasil ditangkap di kediamannya sekitar pukul 23.00 WIB.

Motif pembunuhan sementara, diduga selisih paham antara pelaku Peri Setiawan dan korban Reza Hamdani yang berujung ribut hingga terjadilah perkelahian antara keduanya, yang menyebabkan korban tewas di tempat kejadian perkara Bedeng Sawo, belakang loket Sinar Dempo, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat lalu.

TEKS:ANTONI STEFEN
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *