Kasus Jalan Sungsang Segera Disidangkan

Kondisi jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api api yang rusak parah, beberapa waktu lalu. keluhan pengguna jalan akan segera usai setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan perbaikan jalan tersebut, akan segera di tuntaskan tahun ini juga. Dan perbaikannya, dianggarkan dana mencapai Rp 95 miliar. Foto : Bagus kurniawan/KS

Kondisi jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api api yang rusak parah, beberapa waktu lalu. | Foto : Bagus kurniawan/KS

BANYUASIN – Kasus dugaan korupsi pengerasan Jalan Tanjung Api-api menuju Sungsang tahap dua sebesar Rp 1.974.997.000 pada 2010 lalu di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Kabupaten Banyuasin, segera akan disidangkan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuasin, Suwito melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel, M Iqbal mengatakan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut, termasuk diantaranya pejabat di Dinas PU BM Banyuasin dan Direktur CV Delima Indah AF, kontraktor pemenang proyek tersebut.

Dari penyidikan sebut Iqbal, Kejari kemudian menetapkan tiga tersangka. Tiga tersangka ini yakni SY, AY dan BD yang merupakan PNS dan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. “Berkasnya sudah lengkap (P21), hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga sudah ada,” ucapnya.

Dari hasil audit BPK jelas Iqbal, dalam proyek tersebut kerugian negara mencapai Rp 900 juta. “Dalam waktu dekat, berkas perkaranya akan kita limpahkan ke pengadilan sehingga bisa segera disidangkan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan minggu depan, berkas perkaranya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sekayu. Biasanya jika sudah dilimpahkan ke pengadilan, sekitar dua minggu kemudian kasusnya sudah mulai disidangkan,” bebernya.

Iqbal menerangkan, modus yang dipakai tersangka dalam kasus ini dengan memark up pekerjaan. Sehingga, tidak terjadi kesesuaian antara fisik proyek dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Di RAB, pengerasan jalan tersebut mencapai 1,620 kilometer dengan ketebalan 30 centimeter. Namun hasil pemeriksaan, terjadi ketidaksesuaian antara realisasi volume proyek dengan RAB,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *