Karyawan Transmusi Hanya Dapat Uang Perpisahan

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu  | Dok KS

PALEMBANG – Ditengah kesulitan keuangan yang dialami, PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), harus merogoh kas nya kembali untuk membayar pesangon bagi 411 karyawan Transmusi, salah satu unit usaha yang dikelola PT SP2J.

Ratusan karyawan tersebut, 5 Oktober lalu dipecat setelah menerima tunggakan gaji selama tiga bulan. Namun manajemen PT SP2J enggan membayarkan pesangon, dengan alasan 411 karyawan tersebut dianggap mengundurkan diri bukan dipecat.

“Kami sudah duduk satu meja dengan mantan karyawan Transmusi, yang di fasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Hasilnya, uang pesangon untuk 411 mantan karyawan Transmusi itu harus dibayarkan SP2J sebagai induk usah,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo, Selasa (21/10).

Harnojoyo menyebut, uang pesangon itu harus diberikan karena itu sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 tahun 2012 tentang Ketenagakerjaan. “Berapa besarannya, belum dapat dipastikan. Yang pasti, apa yang menjadi hak mereka akan diberikan. Jadi, mantan karyawan Transmusi tidak perlu khawatir, tunggu saja. Karena kami tidak akan menahan apa yang menjadi hak mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen menyebut, hasil pembahasan dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang, SP2J memang di wajibkan membayarkan uang pisah bagi ratusan eks karyawan Transmusi tersebut.

“Besarannya 15 persen dari gaji, sesuai dengan UU Nomor 13 tahun 2012. Uang yang akan diberikan itu, bukan pesangon melainkan uang pisah dari perusahaan kepada eks karyawan. Kalau uang pesangon, lebih besar. Uang pisah itu, jika sudah ada akan kami bayarkan” janjinya.

Terpisah, Kepala Disnaker Palembang Gunawan mengatakan, karyawan Transmusi yang dianggap mengundurkan diri karena lalai dalam tugas, harus tetap medapatkan haknya. Hanya saja, besaran uang yang akan diterima tidak bisa sebesar pesangon jika pekerja di pecat. “Semua ada aturannya. Jadi, eks karyawan Transmusi tidak perlu takut,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *