KA Anjlok Usai Tabrak Kerbau, Ratusan Penumpang Terdampar

EMPAT LAWANG -Ratusan penumpang Kereta Api (KA) Sindang Marga Kertapati-Lubuklinggau, terdampar di Desa Taba Kebon, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. Pasalnya KA tersebut, menabrak dua ekor kerbau milik warga setempat.

Dua kerbau tersebut tewas di lokasi kejadian, sementara lokomotif KA bernomor CC2018350 akibat tabrakan tersebut, anjlok karena keluar dari perlintasan rel KA dan tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Lubuklinggau.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, anjloknya KA Sidang Marga tersebut terjadi di kilometer 512-12, Selasa (21/10) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelumnya KA melaju dari arah Palembang menuju Lubuk Linggau.

Ketika mendekati lokasi kejadian, tiba-tiba dua hewan kerbau melintasi rel KA. Akibatnya, dua kerbau tersebut terpental beberapa meter dan langsung tewas setelah ditabrak. Sementara lokomotif KA keluar perlintasan rel KA, sebagian roda-roda disisi kanan keluar rel. Sementara roda disisi kiri, masuk ke tempat bantalan rel. Selain itu pandrol (penjepit rel dengan bantalan rel) banyak yang lepas akibat benturan keras tersebut.

KA Sidang Marga ini, tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Lubuklinggau, padahal jarak tempuh sekitar dua jam lagi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang menyediakan angkutan umum untuk menjemput penumpang, namun sedikit telat.

Tak tahan menunggu, sebagian penumpang akhirnya banyak yang langsung pergi ke Lubuk Linggau menggunakan angkutan umum dari Tebing Tinggi, Empat Lawang yang melintas di dekat lokasi yang kebetulan berada dekat dengan Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum). Sementara itu, beberapa penumpang yang lain ada yang menghubungi kerabatnya di Lubuklinggau untuk dijemput.

Belakangan diketahui pemilik kerbau yakni Hasan Newen, warga Desa Tabak Kebon. Namun ketika dilakukan penyelidikan dan hendak dicari di rumahnya oleh anggota Polres Empat Lawang, pemilik kerbau tersebut menghilang.

“Seluruh penumpang selamat dan sebagian sudah di evakuasi, menggunakan kendaraan roda empat,” kata Kepala Polres Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriatna, kemarin.

Menurut Nanang, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil penyelidikan sementara, pemilik kerbau atas nama Hasan Newen. Tapi ketika dicari di rumahnya yang bersangkutan tidak ada. “Dua kerbau semuanya tewas. Pemiliknya tidak ada ketika kami datangi rumahnya,” jelas Nanang.

Terpisah, Camat Saling, Rapani, ketika ditemui di lokasi kejadian mengatakan hanya lokomotif yang keluar dari perlintasan rel karena menabrak kerbau milik warga. Dia juga tidak mengetahui pemilik kerbau tersebut. “Kerbaunya tewas. Belum tahu kerbau itu milik siapa,” katanya.

Masih dikatakan Rapani, memang sebagian warganya ada yang memelihara hewan ternak. Ia menyebut, masih ada kebiasaan warga yang membiarkan hewan ternaknya bebas berkeliaran mencari makan.

“Sudah beberapa kali kami himbau kepada warga, yang memiliki hewan ternak untuk mengkandangkan hewan ternaknya namun masih ada yang tidak peduli. Kami berharap kejadian ini tidak terulang, karenanya sekali lagi kami minta warga untuk mengkandangkan hewan ternaknya,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *