Dinsos Cairkan Rp 800 Juta Untuk Askessos

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel mencatat, sebanyak 35 Lembaga Pengelola Asuransi (LPA) telah mencairkan premi Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askessos). Total premi yang dicairkan hingga Oktober 2014 mencapai Rp 812.500.000.

“Premi yang dicairkan ini lebih besar dibanding 2013. Yakni ada 24 LPA dengan rekap dana sebesar Rp536.846.500,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bantuan Jaminan Sosial (Jamsos) Dinsos Sumsel, H MS Sumarwan, Selasa (21/10).

Ketentuannya, premi peserta aksesos satu tahun sebesar Rp 124.800 yang dibayar BPKAD Sumsel melalui dana hibah Pemprov Sumsel. LPA yang menerima klaim asuransi yang dikeluarkan PT Jiwasraya, karena merupakan keluarga miskin yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan minimal Rp 800 ribu per bulan.

Lalu mengenai jaminan yang diterima, kata Sumarwan, ada jaminan kecelakaan kerja sebesar 1 persen dari Rp 800 ribu, jaminan kematian sebesar 0,3 persen dari Rp 800 ribu, dan klaim asuransi meninggal karena sakit sebesar Rp 21 juta, serta meninggal karena kecelakaan sebesar Rp 38 juta.

“Program ini merupakan terobosan baru yang diselenggarakan dalam upaya memberikan perlindungan warga negara. Ini ditujukan bagi tukang becak, tukang ojek, pedagang kaki lima, pembantu rumah tangga, dan sebagainya,” ungkap dia.

Pada 2013 tercatat ada sebanyak 15.700 orang dari 42 LPA, yang menjadi peserta askessos. Diakuinya, program tersebut merupakan program Kementerian Sosial (Kemensos). Namun Sumsel sebutnya, mendapatkan apresiasi dari Kemensos karena memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Sumsel.

Ia menuturkan proses penyeleksian LPA itu dilakukan secara ketat, sesuai ketentuan. “Kami menyeleksi berkas proposal yang sudah masuk ke Dinsos Sumsel. Kemudian dilakukan verifikasi proposal dan diteruskan ke BPKAD. Inilah rangkaian dalam penyeleksian layak atau tidaknya pengajuan proposal diterima,” ungkapnya.

Saat ada jawaban mengenai kelayakan, kata Sumarwan, maka akan diproses oleh BPKAD untuk dana yang dicairkan melalui PT Jiwasraya dalam bentuk polis. “Dana untuk aksesos ini bukan di Dinsos tapi di BPKAD. Kami hanya terima dan verifikasi proposal yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sumsel, Apriyadi menuturkan, akan ada peningkatan jumlah peserta aksesos di tahun mendatang yakni dari 24.000 peserta aksesos di 2014, naik menjadi 30.000 di 2015 nanti. “Ada peningkatan kepesertaan yang cukup signifikan atas program ini,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *