Buka Puluhan Prodi Baru, IAIN Raden Fatah Butuh 360 Pengajar

Kampus IAIN Raden Fatah Palembang

Gedung Pusat IAIN Raden Fatah Palembang, | Dok KS

PALEMBANG – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah tengah menyiapkan transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, dengan membuka puluhan progam studi (Prodi) baru.

Rektor IAIN Raden Fatah, Prof Dr Aflatun Muchtar mengatakan, pihaknya membutuhkan sekitar 360 tenaga pengajar bergelar S3 dan profesor untuk memenuhi kualitas prodi saat UIN tahun 2016 mendatang.

“Dalam satu prodi minimal dibutuhkan enam orang guru besar. Sedangkan UIN Palembang nanti akan memiliki hingga 60 prodi. Jadi, bayangkan berapa jumlah guru besar yang kita butuhkan,” terangnya saat diwawancarai usai bersilaturahim di ruang gubernur Sumsel, Selasa (21/10).

Memenuhi kebutuhan kualitas pendidikan menjelang perubahan UIN, kata Aflatun, pihaknya telah mendidik beberapa dosen dari berbagai disiplin ilmu. Selain mencari tenaga pengajar dari dalam dan luar daerah. Bahkan ada mahasiswa yang diproyeksikan untuk belajar di luar negeri.

“Bila menjadi universitas kita pasti perbanyak SDM. Mendidik mereka dengan banyak disiplin ilmu, mulai dari dosen umum, tehnik, pertanian dan sebagainya. Bahkan kalau sudah resmi menjadi UIN, kita diberi dana bantuan beasiswa S2 dan S3 bagi mahasiswa yang ingin belajar ke luar negeri,” ujarnya.

Peresmian IAIN Raden Fatah Palembang menjadi UIN rencananya bersamaan dengan tiga UIN lain di Medan, Semarang dan Mataram. Aflatun meyakinkan bila UIN Palembang akan berbeda dengan yang lain.

“Kita akan membuat ciri khas agar berbeda dengan UIN lain. Nanti kita buka fasilitas pendidikan tentang science dan technology yang diterapkan dengan nilai kajian religi. Kita juga akan mengkaji Al Quran, kitab yang menjadi sumber fakta ilmiah. UIN Palembang akan membuktikan pengetahuan manusia sudah diterangkan lebih dulu dalam Al Quran,” terangnya.

Seiring rencana perubahan menjadi UIN Palembang, IAIN Raden Fatah telah memiliki lahan seluas 36 hektar di Jakabaring yang di antaranya hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Ditargetkan pada 2016 mendatang sudah bisa ditempati oleh mahasiswa dan tenaga pengajar.

Islam Development Bank (IDB) pun menyiapkan pinjaman untuk pembangunan UIN Palembang yang terpadu dengan Masjid Sriwijaya. Setidaknya ada dana pinjaman Rp350 miliar. Ditambah dana pusat sekitar Rp 60 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana.

“Mengenai pembebasan lahan yang belum selesai, itu biasa. Kita lakukan pendekatan. Tanah hibah dari Pemprov Sumsel pun sudah bersertifikat. Yang mengklaim belum menerima ganti rugi silahkan ke pemprov. Kita fokus pada persiapan ke UIN, seperti giat meningkatkan akreditasi dari B ke A,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *