Ada Tes Kehamilan di SMA Empat Lawang

Ilustrasi Alat Tes Kehamilan | Ist

Ilustrasi Alat Tes Kehamilan | Ist

EMPAT LAWANG – Masih ingat dengan pro dan kontra tes keperawanan yang digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih beberapa waktu lalu ? wacana tersebut sempat mengundang pro dan kontra di Indonesia.

Kini kejadian serupa namun tak sama dilakukan di Kabupaten Empat Lawang. Di SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, semua pelajar putri nya di wajibkan pihak sekolah untuk mengikuti tes kehamilan. Tes kehamilan ini dilakukan dengan menggunakan alat tes kehamilan atau tes pack.

Tes kehamilan itu dilakukan pihak sekolah dengan alasan, untuk menepis isu adanya yang beredar kalau ada siswi di sekolah unggulan tersebut yang berbadan dua. “Informasinya, ada siswi di sekolah itu yang hamil diluar nikah. Itu diketahui, setelah siswi tersebut memeriksakan kesehatannya di RSUD Tebing Tinggi. Hasil pemeriksaan, ternyata siswi tersebut diketahui dalam kondisi hamil,” kata sumber koran ini yang dibincangi, kemarin.

Tes kehamilan tersebut jelas sumber koran ini yang tak mau disebutkan namanya tersebut, dilakukan untuk menepis isu miring yang telah beredar tersebut. “Tetapi kalau isu itu benar, tentu sangat disayangkan. Apalagi SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, adalah sekolah unggulan sehingga patut dipertanyakan pengawasan guru dan orang tua,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, Ajrianto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tes kehamilan bagi pelajar putri di sekolah yang dipimpinnya tersebut.

enggan bekomentar banyak mengenai adanya isu yang mengatakan salah satu siswinya hamil diluar nikah. Sebab kata Ajrianto, itu baru isu dan belum ada buktinya. Namun ia tak mau berkomentar banyak dengan isu ada siswi di sekolah nya yang hamil. “Kan belum ada buktinya, jadi tidak bisa kita bilang ya atau gimana, karena sekarang siswi bersangkutan belum masuk sekolah dengan alasan sakit,” jelasnya.

Diterangkan Ajrianto, siswi bersangkutan saat ini duduk di kelas X. Sejak beberapa pekan lalu, sudah meminta izin sakit. “Kita tunggu dia masuk dulu, kalau memang benar hamil ya terpaksa kita keluarkan dari sekolah,” tegasnya seraya mengaku sudah mendengar isu tak sedap itu beredar dikalangan sekolah.

Apakah tes kehamilan ini untuk menjawab isu tersebut ? Ajrianto membantahnya. Menurutnya, tes kehamilan tersebut dilaksanakan adalah bagian dari program Palang Merah Remaja (PMR).

Selain itu jelasnya, tak hanya tes kehamilan saja yang dilaksanakan. Sejumlah tes kesehatan lain juga dilakukan. “Bukan karena isu itu, tes ini sudah program kita dan hanya kebetulan saja bebarengan isu ada siswi hamil. Tapi siswi bersangkutan belum di tes, karena belum masuk,” elaknya lagi.

“Alhamdulillah, selain siswi bersangkutan tidak hadir, hasil tes kehamilan menunjukkan bahwa seluruh siswi SMA Negeri 1 unggulan negatif,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *