24 Unit Kendaraan Terjaring Razia Polres Lubuklinggau

dengan razia yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Lubuklinggau di Jalan Soekarno, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (21/10/2014). | Saukani KS

dengan razia yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Lubuklinggau di Jalan Soekarno, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (21/10/2014). | Saukani KS

LUBUKLINGGAU – Kesadaran pengendara kendaraan di Lubuklinggau, untuk taat terhadap aturan lalu-lintas masih minim. Setidaknya ini ditunjukkan, dengan razia yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resort (Polres) Lubuklinggau di Jalan Soekarno, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (21/10).

Dalam razia tersebut, ada 24 unit kendaraan yang terjaring. Mayoritas pemilik kendaraan yang terjaring razia tersebut mengendarai kendaraanya tanpa kelengkapan seperti helm dan lainnya.

Ada juga pemilik kendaraan yang tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan kendaraan bermotor seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Ada dua unit sepeda motor, dan satu unit mobil yang kita amankan karena pemiliknya tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan kendaraan,” kata Kepala Polres Lubuklinggau, AKBP Dover Christian Lumban Gaol melalui Kasatlantas, AKP Nova Tarihoran, kemarin.

“Selain itu, kita juga mengamankan 19 lembar STNK, 2 lembar SIM dan salah seorang warga yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam),” sebut Nova yang dibincangi disela-sela razia tersebut.

Nova menerangkan, razia tersebut digelar untuk menekan angka kriminalitas khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Lubuklinggau. Sepeda motor hasil curian biasanya sebut Nova, diperoleh dalam keadaan tidak lengkap contohnya ada surat-surat kendaraan namun setelah dicocokkan kendaraannya tidak sama atau sebaliknya.

Karenanya kendaraan yang terjaring razia tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan bermotor, akan langsung diamankan untuk penyelidikan. “Sebab itu, warga kita himbau untuk berhati-hati saat membeli kendaraan. Jangan membeli kendaraan yang tidak lengkap kondisinya, terutama surat-surat kendaraannya. Sebab walau pun kendaraan itu dibeli dengan cara yang sah namun jika kendaraan itu hasil curian, maka bisa dianggap sebagai penadah sehingga bisa dijerat dengan pasal 480 KUHP,” bebernya.

“Saat membeli kendaraan second, sebaiknya di cek dulu fisik maupun surat-surat kendaraannya apakah sudah lengkap atau tidak. Selain itu, asal-usul kendara tersebut juga harus diketahui,” himbaunya.

Sementara itu, Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP M Ali Rahman, mengatakan, razia cipta kondisi ini rutin dilakukan selain sore juga dilakukan malam hari. Dengan begitu sebutnya, masyarakat dapat merasa aman. “Pada 2015 mendatang, kita akan mengintensifkan razia. Ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tukasnya.

 

TEKS           : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *