Tunjangan Sertifikasi Segera Cair

Ilustrasi Sertifikasi | Ist

Ilustrasi Sertifikasi | Ist

MUARAENIM – Kabar gembira bagi guru di Kabupaten Muaraenim, yang sudah lulus sertifikasi. Pasalnya, tunjangan sertifikasi mereka bakal cair di akhir bulan ini. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muaraenim, Hamirul Han melalui anggota Tim Sertifikasi Guru, Buryono.

“Pembayaran tunjangan profesi triwulan III, sedang dalam proses penerbitan SPM. Sementara daftar penerimanya sudah kita umumkan di kantor Disdikbud Muaraenim. Diprakirakan, akhir Oktober ini tunjangan tersebut sudah di transfer ke rekening masing-masing guru yang menerimanya,” kata Buryono ketika dibincangi, Senin (20/10).

Buryono menjelaskan dari jumlah 2.661 guru yang bersetifikasi di Muaraenim, yang siap dibayarkan tunjangan sertifikasi pada triwulan III berdasarkan gaji pokok sesuai PP 34 tahun 2014, sebanyak 2.343 orang guru dengan total anggaran Rp 24.809.058.200.

Rinciannya guru TK sebanyak 15 orang, guru SD sebanyak 1.435 orang, guru SMP sebanyak 505 orang. Kemudian guru SMA sebanyak 236 orang, guru SMK sebanyak 138 orang dan guru yang diangkat pengawas sebanyak 14 orang.

“Sedangkan sisanya sebanyak 138 guru akan dibayarkan kemudian, setelah Surat Keputusan Penerima Tunjangan Profesi (SKTP) yang bersangkutan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” ucapnya.

SKTP sebanyak 318 guru yang belum keluar ini jelasnya, dikarenakan saat pengiriman data pokok pendidik (dapodik) dari masing-masing sekolah belum ada yang memenuhi syarat Sehingga harus diperbaiki kembali.

“Data dapodik ini, langsung dikirim sekolah ke Kemendikbud. Setelah SKTP turun, barulah tunjangan sertifikasi triwulan III dibayarkan. Kita sudah himbau sekolah, untuk memperbaiki data dapodik ini dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,” bebernya.

Ia menerangkan, tunjangan profesi atau sertifikasi ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam UU itu terangnya, tunjangan hanya diberikan kepada guru dan dosen yang sudah lulus sertifikasi dan memenuhi syarat tertentu.

“Tunjangan profesi ini, diharapkan mampu memberikan dampak fositif pada proses pembelajaran yang semakin lebih baik dan bermutu, serta mendorong perbaikan kinerja guru,” tukasnya.

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *