Polres OKI Akan Selidiki Proyek Jalan Sepucuk

Aspal di badan jalan yang baru dikerjakan kini kondisinya sudah terkelupas. | Foto : Dok KS

Aspal di badan jalan yang baru dikerjakan kini kondisinya sudah terkelupas. | Foto : Dok KS

KAYUAGUNG – Pihak polres Ogan Komering Ilir (OKI) tampak tanggap dengan pemberitaan terkait dugaan pengerjaan proyek peningkatan jalan kawasan Sepucuk – Kayuagung yang diduga amburadul karena baru selesai dikerjakan kondisi aspalnya sudah terkelupas akibat rendahnya kualitas jalan itu. Hal ini dikatakan Kasat Reskrim, AKP N Ediyanto, Sik melalui Kanit Pidsus, Ipda Jailili, SH.

Menurut Jailili, pihaknya telah mengetahui dugaan kasus tersebut dari dari sejumlah pemberitaan media massa. Yang nantinya akan dijadikan reperensi untuk ditindaklanjuti.

“Ya kita sudah mengetahui hal itu, nanti dalam waktu dekat akan kami selidiki dugaan kasus itu,” kata Ipda Jailili, Senin (20/10).  Baca Juga : (Baru Aspal Sudah Terkelupas, Jalan Sepucuk Amburadul)

Menurut Jailili, dalam penyelidikan nanti, pihaknya akan memanggil pihak PPTK dalam proyek itu dan akan mempertanyakan mengapa proyek yang baru selesai itu bisa cepat rusak.

“Palingan nanti kita panggil untuk meminta penjelasan mengapa proyek itu cepat rusak.” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya berharap kepada pejabat terkait yang menaungi tangggungjawab pengerjaan proyek itu dapat, kooperatif menjelaskan kepada pihak Polres untuk membantu menjelaskan saat ditanya nanti.

“Kami harap saat kami memanggil pihak dari instansi terkait dapat kooperatif memenuhi panggilan untuk dimintai penjelasan,” ujarnya.

Adapun dari pemberitaan sebelumnya diduga demi meraup keuntungan membuat proyek di OKI kualitasnya rendah. Padahal proyek-proyek tersebut penggunaanya untuk kepentingan masyarakat, khususnya proyek jalan.

Seperti yang terjadi pada proyek peningkatan jalan Sepucuk -Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Proyek yang diperkirakan memakan anggaran miliaran rupiah tersebut kualitasnya dinilai rendah. Dari hasil pantauan Kabar Sumatera di lokasi Jumat (17/10) selain tidak memerhatikan kualitas pengerjaanya, pijak pelaksana dinilai tidak transparan lantaran tidak ditemukan papan proyek yang menjelaskan rincian dana serta panjang jalan yang dikerjakan.

Sementara indkasi rendahnya kualitas jalan tersebut, ditemui sejumlah titik dimana aspal ditabur dibadan jalan sudah terkelupas dari badan jalan, karena tipisnya aspla itu, akibatnya bongkaan kerikil terlihat jelas.

Di lokasi proyek juga ditemukan kaleng cat kecil yang digunakan untuk menyiram aspal panas secara manual. Dan kaleng cat tersebut dibiarkan begitu saja di pinggir jalan.
Rendahnya kualitas pengerjaan peningkatan jalan itu, diduga ketahanan jalan tidak akan berumur lama.

“Palingan umurnya sengah tahun sudah rusak lagi kalau kualitasnya seperti ini, karena pihak kontraktor dinilai setangah hati mengerjakan proyek ini tanpa memerhatikan kualitasnya,” ujar Fuad warga OKI yang melintas di kawasan itu dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

Kata Fuad, sebagai masyarakat OKI, pihaknya sangat senang jalan itu dibangun artinya ada perhatian dari pemerintah setempat. Namun bukan berarti pemerintah tidak memperhatikan kualitas bangunan, karena pada dasarnya proyek yang dibangun itu akan digunakan oleh masyarakat, khususnya proyek jalan.

Lanjut Fuad, rendahnya kualitas proyek dibarengi ketidaktegasan pihak PU BM sebagai instansi dalam proyek itu, yang dinilai lema dalam kepengawasan.

“Kalau pihak BM tegas dan berani menolak hasil pengerjaan saya rasa bisa diperbaiki kondisi jalan yang rusak ini.”ungkapnya.

Informasi menyebutkan KPA proyek tersebut, Sujasmin yang tak lain Sekretaris Dinas PU BU.

“Kalau tidak salah untuk proyek itu KPA pak Sujasmin,” kata salah seorang sumber yang namanya tidak mau disebutkan.

Sementara ketatnya birokrasi di PU BM membuat wartawan tak bisa menembus kantor tersebut untuk mengkonfirmasi hal ini dengan Kepala Dinas PU BM, Hapis ST, melalui Sujasmis selaku KPA proyek tersebut.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *