Pasien di Pagaralam Nyaris Minum Obat Kadaluarsa

obat-obatan

Ilustrasi Obat-Obatan | Ist

PAGARALAM – Maraknya produk makanan minuman (Mamin) hingga obat-obatan kesehatan expired (kadaluarsa), menjadi keluhan masyarakat konsumen. Mengingat hal itu dapat berdampak buruk bagi seseorang yang mengkonsumsinya.

Misalnya Dedi Harianto, salah satu anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, nyaris menjadi korban produk obat expired. Jika dirinya tidak teliti memperhatikan masa berlaku di kemasan botal obat tetes telinga, kemungkinan besar produk kadaluarsa tersebut sudah dipergunakannya.

“Sebelumnya saya sempat berobat ke RSD Besemah Kota Pagaralam, sekaligus pemeriksaan kesehatan telinga,” ujarnya kemarin (20/10) seraya berkata usai melakukan pemeriksaan kesehatan, pihak dokter memberi resep lalu ditebus di apotek yang berada di lingkungan RSD Besemah.

Ketika hendak menggunakan obat tetes yang dibeli kata Dedi, secara tidak sengaja sempat merasa heran saat melihat tanggal kadaluarsa produk obat ini sudah habis sejak 14 Juli 2014 lalu.

“Setelah diperhatikan ternyata produk kadaluarsa. Begitu pula teman saya mencoba mengingatkan saya tentang produk obat tersebut, karena ia curiga ada yang tidak beres dengan kemasan obat tetes tersebut,” bebernya.

Kendati demikian lanjutnya, pada saat hendak mengklarifikasi produk kadaluarsa yang masih dijual, salah seorang petugas yang ada mencoba untuk menghalang-halangi, dengan meminta untuk tidak diekspos dan mau dikoordinasi dahulu kepada pimpinan.

“Petugas kesehatan yang ingin dimintai keterangan mengatakan tidak usah diekspos pak, karena kami ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan atasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait adanya produk obat tetes kadaluarsa dijual di Apotek ini, tentu saja sangat mengkhawatirkan dan berbahaya sekali. Terutama bagi masyarakat yang tidak mengerti, maka kesehatan tubuhnya menjadi sangat terancam. Namun beruntung, obat tersebut tidak sempat dipergunakan.

Saat dihubunggi Direktur Rumah Sakit Daerah Besemah Kota Pagaralam, Dra Lili Ernani MKes mengatakan, pihaknya akan mengkroscek ke lapangan guna mengetahui kebenaran adanya obat di apotek di rumah sakit yang habis masa berlakunya tapi diberikan ke pasien.

“Ya, akan kita kroscek dulu, khususnya ke bagian farmasi. Kalau memang benar, pihak rumah sakit akan mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang ada,” katanya seraya menegaskan, terkait adanya temuan seperti ini, diimbau kepada pasien atau keluarga agar lebih teliti dan bila perlu laporkan jenis obatnya apa dan kapan tanggal kadaluarsanya.

Sementara itu, Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni mengungkapkan, dirinya belum menerima laporan adanya produk obat kadaluarsa yang masih dijual kepada pasien.

“Direktur Rumah Sakit diminta agar segera mengambil tindakan terkait persoalan yang ada,” singkatnya.

 

TEKS     : ANTONI STEFEN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *