Musim Kemarau, Gajah Sumatera Terancam Kelaparan

 

 

gajah

Ilustrasi Gajah Sumatera | Ist

KAYUAGUNG  – Puluhan gajah Sumatera yang berada di sub pelatihan gajah di Air Sugihan, Kabupaten OKI yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin terancam kelaparan. Pasalnya, lahan gambut yang berada di sekitar panangkaran gajah tersebut hangus terbakar. Keadaan ini membuat puluhan gajah liar mencari makan di pinggiran sungai.

Anwar, warga jalur 13 Banyuasin mengatakan, setiap hari dirinya selalu melihat gajah-gajah liar tersebut di pinggiran sungai.

“Kalau Jalur Banyuasin dengan air sugihan hanya berseberangan sungai jadi setiap hari kami melihat gajah-gajah tersebut,”terangnya.

Menurutnya, kehadiran gajah-gajah tersebut karena sudah tidak memiliki sumber makanan lagi karena hutan yang biasa mereka jadikan tempat mencari makan hangus terbakar. Hal ini diperparah dengan keringnya air sungai yang biasa dijadikan tempat gajah tersebut minum.

Saat ini kata dia, gajah-gajah tersebut berada di daerah Muara Padang, Jalur Banyuasin. Keberadaan gajah ini sangat dekat dengat perkampungan.

“Saya takutkan gajah-gajah ini akan lari keperkampungan warga untuk mencari makan ini akan sangat berbahaya baik bagi penduduk ataupun habitat gajah tersebut,”katanya.

Untuk itu lanjut dia, pemerintah harus segara mencarikan solusi jangan sampai terjadi perseteruan antara gajah dan manusia.

“Pemerintah harus mencarikan solusi untuk gajah ini karena hutan yang menjadi tempat mereka mulai terkikis ini juga akan mengancam populasi gajah sumatera yang tinggal sedikit,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Ir Nunu Anugrah mengatakan, warga jangan cemas dengan gajah-gajah tersebut karena puluhan gajah yang ada di tepian Sungai Air Sugihan dan Jalur 21 Banyuasin ini termonitor.

“Memang ada kebakaran di sekitar penangkaran gajah akan tetapi apinya sudah dipadamkan oleh pawangnya,”ungkapnya.

Sejauh ini gajah-gajah tersebut memang diarahkan ke tepian sungai hal ini dikarenakan suangai yang biasa dijadikan tempat gajah ini kering.

“Makanya kita arahkan ke tepian sungai biasanya gajah-gajah ini kita arahkan ke dalam hutan namun untuk saat ini tidak memungkinkan untuk membawa gajah tersebut ke hutan,”jelasnya.

Ia berkata, untuk makanan selalu memberikan suplay rumput untuk gajah-gajah tersebut melalui para pawangnya agar mereka tidak kelaparan.

“Setiap hari kita suplay makanan untuk gajah tersebut jadi jangan takut mereka tidak akan lari ke perkampungan warga,”ungkapnya.

Saat ini lanjutnya, populasi gajah terus berkurang dan hingga saat ini ada sekitar 30 ekor gajah Sumatera.

“Ya, sekarang sekitar 30 ekor gajah Sumatera, yang masih hidup dan terus kita jaga populasinya agar jangan sampai keberadaan gajah Sumatera ini punah,” katanya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *