Kompleks Pemkab Banyuasin Gelap Gulita

Ilustrasi Pintu Gerbang Pemkab Banyuasin | Dok KS

Pintu Gerbang Pemkab Banyuasin | Dok KS

BANYUASIN – Lampu jalan di ruas jalan lingkar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, saat ini banyak yang padam. Akibatnya jalan alternatif dari Simpang Kayuara Kuning menuju Kecamatan Suak Tapeh tersebut, kini gelap gulita.

Kondisi ini sangat disayangkan, sebab kawasan itu menjadi salah satu ikon kebanggan masyarakat di Bumi Sedulang Setuding tersebut. Pantauan Kabar Sumatera, Senin (20/10) malam, kondisi kawasan tersebut gelap gulita karena tak ada penerangan.

Minimnya penerangan di kawasan itu membuat, pengendara kendaraan bermotor menjadi ragu untuk melintas di kawasan itu di malam hari karena kuatir menjadi korban tindakan kriminalitas.

“Kawasan selama ini memang aman, namun dengan banyaknya lampu jalan yang mati membuat kawasan itu gelap Akibatnya, kita timbul kuatir jika melintas di malam hari. Itu bisa menyebabkan terjadinya aksi penodongan maupun tindakan kriminalitas lainnya,” kata Yono, salah satu tukang ojek di Pangkalan Balai ketika dibincangi, kemarin.

Ia berharap Pemkab Banyuasin, segera memperbaiki lampu-lampu yang rusak disepanjang jalan lingkar tersebut. Sebab jika dibiarkan, ia kuatir kawasan tersebut bakal menjadi kawasan rawan tindakan kriminalitas.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Banyuasin, Syahril A. Rachman saat dihubungi, mengakui banyaknya lampu jalan di kawasan jalan lingkar tersebut yang rusak.

Namun kata Syahril, pada 2015 mendatang akan diperbaiki. “Itu sudah menjadi perhatian kita, anggarannya sudah diusulkan masuk di APBD Banyuasin 2015. Tahun depan, Insya Allah sudah diperbaiki,” ujarnya.

Syahril menyebut, lampu jalan di kawasan tersebut sebenarnya dalam kondisi bagus dan masih bisa dipakai. Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan Distamben, padamnya lampu jalan di kawasan tersebut disebabkan jaringanya yang putus

“Kita sudah periksa, itu jaringannya yang putus. Namun kita belum mengetahui, jaringan di daerah mana yang putus. Untuk perbaikannya, butuh anggaran cukup besar karena harus membongkar jalur jaringan listriknya. Makanya, kita tunggu tahun depan,” tukasnya.

 

TEKS            : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *