Jika tak Liburkan Sekolah, Mahasiswa Ancam “Kepung” Diknas

para pelajar dihimbau untuk memakai masker ketika pergi kesekolah karena kabut asap sangat pekat pada pagi hari. | Foto : Iwan Cheristian /KS

para pelajar dihimbau untuk memakai masker ketika pergi kesekolah karena kabut asap sangat pekat pada pagi hari. | Foto : Iwan Cheristian /KS

PALEMBANG – Dalam waktu tiga hari kedepan, terhitung sejak 20 Oktober apabila Dinas Pendidikan (Diknas) Sumatera Selatan (Sumsel) belum juga mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan sekolah, maka Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI) Sumsel beserta elemen mahasiswa lainnya mengancam akan “mengepung” Disdik.

Ancaman ini kata Ketua MHI Sumsel, Rani, terpaksa dilakukan karena Disdik Sumsel tak juga mau meliburkan sekolah padahal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel sudah merekomendasikan agar sekolah diliburkan, akibat kabut asap yang pekat.

Kabut asap tersebut kata Rani, sudah mengancam kesehatan masyarakat terutama pelajar. Namun Disdik terangnya, seakan tidak peduli dengan kesehatan pelajar di Sumsel. “Disdik tak tanggap dengan bencana, apakah harus menunggu banyak pelajar menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), baru sekolah diliburkan,” kritik Rani, Senin (20/10).

Menurut Rani, dengan bencana kabut asap ini harusnya Pemprov Sumsel dalam hal ini Disdik memberikan perlindungan terhadap pelajar agar tidak menghirup udara beracun tersebut. Harusnya Disdik tegasnya, meliburkan sekolah setidaknya tiga hari seperti rekomendasi BLH Sumsel.

“Kalau memang Disdik tak mau mengeluarkan rekomendasi itu, kami yang akan memaksa mereka untuk mengeluarkan rekomendasi tersebut. Ini semua demi kesehatan pelajar di Sumsel, mereka itu adalah generasi penerus bangsa ini sehingga wajib dilindungi,” tegasnya.

Ia juga menyebut mahasiswa di Sumsel akan ikut mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk mengeluarkan rekomendasi serupa seperti yang dikeluarkan BLH. “Dinkes harus ikut mendesak Disdik, karena Dinkes ikut bertanggungjawab jika banyak pelajar di Sumsel yang menderita ISPA,” tegasnya.

Jika desakan itu tetap tidak dipedulikan artinya sebut Rani, memang pemprov tidak mau peduli dengan kesehatan masyarakat dan melindungi masyarakat. “Itu bisa jadi tolak ukur kepedulian pemerintah, untuk melindungi masyarakat Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS           : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *