Jembatan Darurat Jadi Akses Warga Desa Lawang Agung

EMPAT LAWANG – Ambruknya jembatan jenis plat decker di Desa Lawang Agung Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) beberapa waktu lalu, cukup menyulitkan petani dalam mengangkut hasil kebun menuju pasar. Petani di desa tersebut, kini terpaksa melintasi aliran Sungai Keruh dengan jembatan darurat dibuat dari kayu.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, jembatan plat decker sepanjang lebih kurang 15 meter dan lebar dua meter, adalah akses penting bagi warga di desa tersebut. Sebab, jika tak ada jembatan itu, akses warga ke desa Lawang Agung dan areal perkebunan harus melintas ke jalur lain sejauh lebih kurang 10 kilometer.

Warga dengan bergotong royong, berusaha membangun kembali jembatan tersebut walau pun sifatnya darurat. Itu pun, sejumlah warga kadangkala lebih memilih mengangkut hasil panennya dengan melintasi sungai menggunakan rakit jika hasil panen yang diangkut cukup berat.

Karenanya warga berharap Pemkab Empat Lawang, segera membangun kembali jembatan yang ambruk tersebut. “Sungai keruh cukup dalam dan deras, kami terpaksa lewat jambat (jembatan) kayu darurat,” aku Bambang (36), warga sekitar yang dibincangi, Senin (20/10).

Bambang menerangkan, jembatan yang ada di desanya tersebut sudah ambruk sejak beberapa bulan lalu. Namun sampai saat ini, belum juga ada tanda-tanda bakal diperbaiki. “Warga kadangkala kuatir melintas di jembatan darurat itu, karena kondisi kayunya sudah lapuk. Maklum, kadang ketika Sungai Keruh meluap, jembatan terendam. Kondisi bibir sungai pun mulai melebar,” ujarnya.

Camat Pasemah Air Keruh, Irtansi saat dibincangi di ruang kerjanya mengakui kesulitan warganya tersebut dalam mengangkut hasil panen. Ia menerangkan, sejak ambruknya jembatan di Desa Lawang Agung tersebut, warga bergotong royong membangun jembatan darurat agar tetap bisa melintas dan mengangkut hasil kebun mereka.

“Jembatan itu, sangat penting untuk aktivitas warga. Kami sudah mengusulkan perbaikan jembatan tersebut ke Pemkab Empat Lawang. Kemungkinan dalam waktu dekat, akan segera diperbaiki,” ucapnya.

“Sebenarnya kondisi seperti itu, tak hanya terjadi di Desa Lawang Agung. Ada sejumlah desa, yang kondisinya sama dan jembatannya akan juga diperbaiki menggunakan dana Bencana Alam dari Pemkab Empat Lawang,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *