Alex Ancam Sanksi Tegas Pejabat tak Disiplin

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel | Dok KS

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin memperingatkan semua pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk disiplin dalam menjalan tugas dan tanggungjawabnya.

Alex mengancam akan memberikan sanksi tegas, kepada pejabat yang malas dan meninggalkan tugas serta tanggungjawabnya selama tujuh hari berturut-turut tanpa izin maupun keterangan yang jelas.

“Sanksinya bisa saja diberhentikan sementara dari jabatannya,” tegas Alex yang dibincangi usai melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Empat Lawang dan Ogan Komering Ilir (OKI) di Pemprov Sumsel, Senin (20/10).

Menurutnya, setiap PNS terutama Sekda wajib memberikan contoh kepada seluruh pegawai. Mereka juga menjadi tempat “mengadu” bagi para bawahannya. “Jangan sampai meninggalkan tugas, apalagi sampai bepergian ke luar negeri tanpa izin kecuali berobat. Jika diketahui, dalam satu bulan meninggalkan tempat selama tujuh hari, terpaksa dikenakan sanksi itu,” jelasnya.

Sebagai informasi, kemarin Alex melantik Burhansyah sebagai Sekda Empat Lawang dan H Huesin sebagai Sekda OKI. Burhansyah sendiri sebelumnya adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Empat Lawang. Sementara H. Husein sebelumnya menjabat sebagai Inspektur pada Inspektorat Kabupaten OKI.

Ditempat yang sama, Alex juga melantik Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel, Aan Jumhana. Aan sebelumnya menjabat sebagai Kabid Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Banten.

“Pelantikan hari ini cukup unik. Selain ada dua sekda, di Jakarta juga dilantik Presiden RI terpilih. Ini moment yang cukup bisa membuat prosesi pelantikan kedua sekda bakal dikenang,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap kedatangan Bupati OKI dan Bupati Empat Lawang, yang menghadiri pelantikan kedua sekda mereka tersebut. “Ini bukti jika jabatan sekda, benar-benar ada dan penting. Saya tidak akan melantik sekda, jika tidak dihadiri bupatinya secara langsung. Kalau bupati tidak hadir, berarti kepala daerah itu tidak menganggap jabatan (sekda) itu ada,” jelasnya.

Mantan Sekda Muba ini mengingatkan kepada Sekda Empat Lawang dan OKI, untuk tetap “tinggal” di kantor mereka masing-masing. “Meski pun harus lincah, tapi mereka tetap harus di kantor. Tidak boleh kemana-mana. Urusi dan selesaikan administrasi kantor,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri mendukung penuh pernyataan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin tersebut. Menurutnya, Pemkab Empat Lawang tetap mengutamakan prinsip komunikasi. “Selama ini, semua pejabat yang ingin melaksanakan tugas keluar kota atau daerah, tetap berkoordinasi dengan pejabat yang berwenang,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan untuk memberhentikan pejabat sementara lantaran tidak ada izin tersebut, merupakan tujuh hari dalam konteks sama sekali tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. “Jika memang sama sekali menghilang tanpa ada kabar, barulah kita berikan sanksi. Yang jelas, tidak menghambat kegiatan pemerintahan jika dilakukan komunikasi,” tukasnya.

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *