Ajarkan Berpacaran dengan Baik, Disdik akan Kembalikan Buku PJOK

OKU SELATAN – Masuknya cara berpacaran menjadi salah satu materi pelajaran di Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (PJOK) untuk tingkat SLTA pada kurikulum 2013, mengundang kontroversi.

Sejumlah tokoh pendidikan, ulama dan tokoh masyarakat di Indonesia menolak materi pelajaran tersebut. Penolakan yang sama juga terjadi di OKU Selatan. Dinas Pendidikan (Disdik) OKU Selatan, tak mau pelajaran pacaran ini diajarkan oleh guru di sekolah-sekolah di OKU Selatan.

“Pada kurikulum 2013 untuk mata pelajara PJOK SLTA ada salah satu pelajaran yang mengupas tentang cara berpacaran yang baik. Pelajaran itu, tak pantas diberikan kepada anak didik,” kata Kepala Disdik OKU Selatan, Bahdozen Hanan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen), Eduarken ketika dibincangi di ruang kerjanya, Senin (20/11).

Ia menyebut, materi pelajaran yang diberikan kepada siswa harus dipilah-pilah dulu baik dan buruknya. Disdik jelasnya, tak ingin pelajara tata cara berpacaran ini diajarkan karena tidak mendidik siswa menjadi lebih baik.

“Saya memang belum membaca langsung isi buku tersebut, tetapi di Jawa sudah ada penolakan. Jika buku itu masuk di OKU Selatan, maka akan kita tolak. Kita keberatan, dengan buku tersebut karena isinya tidak sesuai dengan adat istiadat kita. Apalagi dalam Islam, tidak ada istilah pacaran,” tegasya.

Kalau pun nantinya buku tersebut dikirim Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke OKU Selatan maka terang Eduarken, Disdik tak akan mengedarkannya ke sekolah-sekolah.

“Kita tidak mau ambil resiko, untuk mengedarkan buku tersebut. Karena pelajaran itu bersiko, membuat siswa terjerumus ke hal-hal yang tidak benar,” tukasnya.

 

TEKS           : FITRI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *