Tanah PT BA Dikaplingi Warga

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUARAENIM – Sejak beberapa hari terakhir, puluhan oknum warga terlihat mendatangi dan mengkapling tanah/lahan kosong yang berada di kawasan Pasar Baru Bantingan Tanjung Enim. Lahan tersebut, diketahui merupakan aset milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk, yang belum terpakai.

Entah atas perintah siapa, namun yang jelas ketika Kabar Sumatera memantau langsung di lokasi sudah ada puluhan orang yang dengan gesitnya memilih langsung lahan kosong yang hanya ditumbuhi rerumputan dan ilalang serta beberapa pohon.

Puluhan warga tersebut, mematok (mengkapling) lahan kosong itu dengan menancapkan tonggak kayu dari empat penjuru hingga berbentuk kapling dengan ukuran panjang dan lebar yang bervariasi. Tampak terlihat satu atau dua orang yang seperti koordinator lapangan (korlap), mengatur dan mencatat nama-nama oknum warga yang sudah menentukan letak lahan yang diinginkannya.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku ia hanya ikut-ikutan mengkaplingi lahan kosong tersebut. “Aku jugo melok ngapling, karena aku liat wong banyak datang langsung mengkapling, jadi rugi aku idak. Aku jugo lah betahun, jualan disekitar sini masa cuma melihat bae,” katanya ketika menyuruh wartawan ini untuk masuk dan mendekat ke orang yang dianggapnya adalah koordinator pendataan, Minggu (19/10).

Kabar Sumatera yang mendekati lokasi, menjumpai seorang warga yang tengah sibuk mencari lahan kosong dan belum di kapling oleh warga lain. “Yo kak, aku lagi sibuk mencari lahan yang belum di kapling oleh wong. Aku agak telat tadi datang, jadi lah diklaim wong galo. Nah kak kalo yang itu, banyak yang ngomong lah punyo kepala pasar dan LLAJ,” jelasnya sambil menunjuk ke arah kapling yang dimaksud.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Asarli Manudin ketika dihubungi menyesalkan adanya oknum warga, yang mengkaplingi lahan milik PT BA tersebut. Menurutnya, warga yang tanpa koordinasi mengcaplok lahan milik PT BA tersebut jelas melawan hukum.

“Ya baru saja tadi ada warga, yang melapor ke saya memberitahu tahukan hal tersebut. Ada puluhan warga yang mengkaplingi lahan milik PT BA di sekitar kawasan Ruko Pasar Baru Bantingan, Tanjung Enim. Lahan itu bukan lahan kosong tak bertuan, tetapi lahan PT BA,” ujarnya.

Memang dulunya kata Asarli, pihaknya pernah mengusulkan ke PT BA baik melalui surat maupun lisan agar lahan itu dihibahkan agar dapat digunakan untuk menampung/pengalihan pedagang buah yang saat ini masih banyak berdagang disembarang tempat, sehingga menambah kesan semraut kota Tanjung Enim.”Tetapi PT BA sementara ini, belum mau menyerahkan asetnya tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT.BA, Joko Pramono ketika diminta komentarnya terkait permasalahan tersebut menjelaskan, tanah samping ruko Pasar Baru Bantingan yang dimaksud, merupakan aset PT BA. “Jadi apabila ada oknum yang melakukan pematokan, itu adalah tindakan melawan hukum,” tukasnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *