SFC U21 Gagal Pertahankan Juara

BANDUNG – Peluit panjang baru saja ditiup wasit, sejumlah pemain melepaskan seragam merah-merah yang menjadi seragam kebesaran Semen Padang U-21. Sementara dibagian lain, tak ada kegembiraanyang terpancar dari wajah pemain Sriwijaya FC U-21.

Hafit Ibrahim, dkk hanya bisa berjalan gontai keluar dari lapangan hijau di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Minggu (19/10), yang menjadi tempat digelarnya final Indonesia Super League (ISL) U-21. Bahkan ada sejumlah pemain Laskar Wong Kito Mudo, yang tak bisa menahan tangisnya.

Pelatih Sriwijaya FC U-21, Andi Susanto pun bersama staf pelatih lainnya, berusaha untuk menyemangati anak asuhnya tersebut. Walau sedikit gontai, Andy berusaha tampil tegar dihadapan anak didiknya.

Ya, Sriwijaya FC U-21 harus memupus harapan membawa kembali gelar juara ISL U-21 ke Palembang. Gelar juara yang direbut 2013 lalu, harus rela diserahkan ke sesama klub asal Bumi Andalas lainnya, Semen Padang U-21.

Dibabak final kemarin, Teja Paku Alam yang mengawal gawang Sriwijaya FC U-21, harus memungut bola dari gawangnya sebanyak empat kali. Skor akhir 4-0, menasbihkan Semen Padang U-21 sebagai juara ISL U-21 tahun ini.

Jalannya Pertandingan

Jalannya pertandingan sendiri berjalan ketat di menit-menit awal. Kedua tim saling bergantian menyerang. Namun, Semen Padang U-21, berhasil mencetak gol lebih dulu melalui A. Zakki M pada menit ke-33. Sontak, gol tersebut semakin melecut semangat para penggawa Semen Padang U-21. Namun hingga babak pertama usai skor tetap 1-0.

Memasuki babak kedua, Semen Padang U-21 tetap mendominasi jalannya pertandingan. Hendra Bayauw yang akhirnya tetap dimainkan pada laga ini, tampil sebagai motor serangan tim Semen Padang U-21.

Hingga akhirnya, dia berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-51, lewat akselerasinya di dalam kotak penalti yang diakhiri dengan sepakan keras kaki kanan untuk membobol gawang SFC U-21.

Tak ayal, gol tersebut semakin menurunkan mental para penggawa SFC U-21. Sehingga enam menit berselang giliran M. Gugum Gumilar yang berhasil menjebol gawang Laskar Wong Kito Muda untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Seakan tak puas, skuat asuhan Delfi Adri ini kembali memperbesar keunggulan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang dilesakkan Nerius Alom di menit 63. Skor pun kembali berubah menjadi 4-0.

Tertinggal empat gol, para penggawa SFC U-21 mencoba tampil lebih agresif. Terlebih, pada menit ke-80 bek Semen Padang, Rezi Syafrianto, diganjar kartu merah oleh wasit Prasetyo Hadi. Tapi, di sisa waktu yang ada SFC U-21 gagal mengejar ketertinggalan mereka. Hingga laga usai, skor tetap 4-0 untuk Semen Padang U-21.

Usai laga, pelatih SFC U-21 Andi Susanto mengatakan, apapun hasil akhir ini sudah sangat baik buat timnya yang hanya cuma punya persiapan minim. “Kita tetap bersyukur walau gagal mempertahankan juara. Mempertahankan itu lebih sulit dibandingkan meraih. Tapi anak-anak sudah usaha maksimal. Terima kasih kepada semuanya yang telah berjuang,” kata Andi.

Sementara itu, kapten tim SFC U-21, Hafit Ibrahim menyebut, ini hasil terbaik yang bisa mereka realisasikan. “Kami sudah maksimal berusaha, tapi inilah hasil yang terbaik. Semoga kedepan SFC bisa lebih baik,” tukasnya.

TEKS           : IQBAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *