Pejabat Tidak Cakap Dilengserkan, Isu Mutasi Pejabat Merebak

 

 

Ilustrasi PNS

Ilustrasi PNS

KAYUAGUNG – Kabar akan dilakukannya rolling pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI oleh Bupati dan Wakil Bupati  Iskandar SE – M Rifai SE kembali merebak. Kasak-kusuk para pejabat baik yang akan dilengser maupun akan menduduki jabatan baru semakin jelas terdengar. Tak kurang dari 50-an pejabat eselon II dan III dalam  jajaran Pemerintah Kabupaten OKI akan dimutasi.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, beberapa pejabat yang bakalan lengser diantaranya Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs Iskandar ZA yang beberapa waktu lalu diterpa beberapa berbagai kabar tak sedap seputar berbagai kebijakannya, kemudian Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Ahmad.

Kepala  Dinas Ketahanan  Pangan, Sucipto, Kepala BPMD OKI, H Ali Amir SH, Kepala Dinas Kehutanan Alibudin, Kepala Disnakertrans  Amirudin, Inspektur Inspektorat yang saat ini masih dirangkap jabatan oleh Sekda OKI H Husin. Kemudian para kabag dan asisten dan Staf ahli yang sudah memasuki masa pensiun.

“Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, sudah masuk daftar yang akan dimutasi,” kata salah satu kepala dinas di instansi OKI yang mengaku mengetahui informasi itu dari orang dalam.

Mutasi ini juga dipicu adanya pejabat yang sebelumnya mengajukan pindah dari Pemkab OKI keluar daerah dan masuk ke Pemprov Sumsel. Ini diduga sebagai pemicu kekesalan Iskandar sebagai Bupati OKI untuk melakukan mutasi disamping sejumlah pejabat yang dinilai tidak cakap.  Informasinya pelantikan diperkirakan akan dilakukan Senin atau Selasa 20-21 Oktober 2014 bersamaan dengan pelantikan Sekda Plt Sekda OKI, H Husin menjadi Sekda definitif.

“Informasinya ada, hari Selasa ini akan dilakukan mutasi, saya tidak tahu masih bisa bertahan atau dilengserkan,” ujar salah seorang pejabat yang namanya enggan ditulis.

Menurutnya, mutasi jabatan ini merupakan hak prerogative dari Bupati OKI dalam rangka melakukan penyegaran maupun pembinaan karir para Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab OKI.

“Kalau alasannya saya tidak tahu apa, mungkin karena memang  karena isu politik atau bukan namun informasi yang saya peroleh akan ada mutasi dalam waktu dekat ini, dan itu merupakan hak bupati,” katanya.

Kabag Humas dan Protokol Dedi Kurniawan saat dikonfirmasi mengaku belum menerima konfirmasi dari BKD OKI terkait adanya pelantikan pejabat eselon dilingkungan Pemkab OKI, sebab menurutnya, jika memang hal tersebut ada maka biasanya BKD akan berkoordinasi dengan Humas dan Protokol terkait dengan acara pelantikan.

“Yang pasti kami belum menerima konfirmasi dari BKD OKI, kalau soal kebijakan mutasi itu saya tidak bisa berkomentar, hal tersebut sepenuhnya menjadi prerogatif bupati,” katanya saat dihubungi, Jumat, (17/10).

Menurut tokoh pemuda OKI, Jamalludin mengatakan,  sudah sepantasnya Iskandar SE selalu bupati OKI harus mampu mempesiapkan bawahnnya untuk menyongsong pembangunan OKI 5 tahun kedepan.

“Ini tahun pertama pemerintahan Iskandar-M Rifai, sudah sewajarnya kalaupun dilakukan mutasi jabatan, sebab kami melihat pejabat yang ditunjuk untuk mengisi satu jabatan saat ini lebih kepada “balas budi,” karena telah menjadi tim pemenangan pada saat Pilkada lalu,” katanya.

Ucapnya, saat ini seharusnya sudah tidak perlu lagi bicara tim pemenangan atau lainnya, saat ini yang paling utama adalah bagaimana bekerja dan memberikan pelayanan  terbaik bagi masyarakat.

“Kalau pejabatnya tidak cakap maka ganti saja, sebab saat ini kami nilai banyak sekali pejabat yang tidak cakap namun terkesan dipaksakan untuk menduduki sebuah jabatan. Itu harusnya tidak perlu terjadi,” ujarnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *