Lakukan Promosi Pengobatan, 15 Apotek Langgar Aturan

PALEMBANG – Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, saat ini ada 15 apotek di Palembang, yang melanggar ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasalnya 15 apotek itu, melakukan promosi pengecekan gula darah, kolestrol dan lainnya. Padahal itu dilarang.

Kepala Seksi (Kasi) Registrasi, Akreditasi dan Perizinan Dinkes Palembang, M Yamin mengatakan, dari 200 apotek yang ada saat ini, sedikitnya ada 15 apotek yang melakukan tindakan diluar menjual obat.

“Apotek itu hanya bertugas menjual obat, tidak boleh melakukan promosi. Karena, ada aturan dari Kemenkes. Nah masalahnya, sekarang ini, ada apotek yang mengecek gula darah, cek kolesterol, atau tensi darah. Saya tegaskan, itu bukan tugas mereka,” kata Yamin saat dihubungi, Minggu (20/10).

Yamin menyebutkan, dari 15 apotek tersebut, lima diantaranya sudah ditindak. Namun, sanksi yang diberikan baru sebatas teguran lisan, serta pencabutan banner promosi yang ada di apotik tersebut. “Apotek yang melanggar ketentuan itu berada di Plaju, Jalan Jendral Sudirman dan kawasan Jalan Dempo,” bebernya.

Yamin menegaskan, jika apotek tetap melanggar ketentuan yang ada, maka pihaknya segera menutup operasional apotek tersebut. Menurutnya, larangan berkampanye kesehatan oleh apotek itu untuk menghindarkan kesalahan dalam diagnosis.

“Misalnya saja masyarakat yang mengecek gula darah, kemudian hasil dari apotik tersebut menyatakan orang tersebut gula darahnya tinggi. Sehingga pemberian obat pun tidak sesuai,” bebernya

Selain penyalahgunaan wewenang, pihaknya khawatir, akan adanya infeksi silang melalui jarum suntik yang digunakan untuk memeriksa darah pasien. “Sementara jarum suntik hanya dipakai sekali, dan pembuangan dilakukan dengan dukungan insenerator di puskesmas. Sehingga tidak bisa jarum dibuang sembarangan,” ulasnya

Yamin menghimbau, bagi masyarakat di metropolis, apabila ingin kontrol masalah kolesterol dan penyakit lainnya bisa datang langsung ke tempat yang memang diperbolehkan melakukan pemeriksaan, seperti puskesmas, rumah sakit dan lainnya. “Dengan begitu, keluhan penyakit pasien dapat ditangani oleh paramedis yang sesuai kapasitasnya,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *