Duh, Harga Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 14.800

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Setelah harga elpiji tabung 12 Kilogram (Kg) beberapa lalu naik, kini giliran elpiji tabung 3 Kg yang harganya bakal naik. Awalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg itu pada bulan ini.

Namun menurut Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri, karena Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel tentang kenaikan HET elpiji 3 Kg itu belum selesai dibuat maka kenaikannya direncanakan pada awal November mendatang.

“Rencananya awal bulan depan, HET elpiji 3 Kg naik. Kenaikannya dengan HET Rp 14.800, tetapi SK nya belum juga ditandatangani Gubernur Sumsel, Alex Noerdin,” kata Ruslan, kemarin.

SK tersebut jelas Ruslan belum ditandatangani gubernur, karena masih dipelajari. Ia menyebut, kenaikan harga elpiji 3 Kg di Sumsel ini, sudah wajar. Sebab provinsi lain yang bertetanggaan dengan Sumsel, HET untuk elpiji 3 Kg nya lebih tinggi dibandingkan dengan harga elpiji 3 Kg di Sumsel saat ini. “Sekarang HET kita Rp 13.800 per tabung. Ini tidak sesuai, jadi harus dinaikkan secepatnya,” ucapnya.

Mengapa harus dinaikkan? Ruslan menjawab HET elpiji 3 kg di Sumsel lebih rendah dibanding provinsi lain. Sehingga banyak pembeli atau pengguna elpiji 3 Kg dari provinsi lain, yang beralih dan membeli elpiji 3 kg di Sumsel.

Akibatnya, banyak tabung elpiji 3 kg di Sumsel yang berpindah ke tempat lain. “Ini merugikan. Kita kehabisan tabung elpiji 3 Kg. Jadi efisiensinya, kita akan samakan setidaknya HET elpiji 3 kg di Sumsel dengan lainnya,” beber Ruslan.

Sementara itu, Senior Supervisor External Relations PT Pertamina unit Marketing Operation Region (MOR) II, Alicia Irzanova mengatakan, hingga saat ini PT Pertamina masih menunggu SK Gubernur Sumsel, untuk kenaikan HET elpiji 3 Kg.

“Apapun keputusannya, kami akan ikuti. Pertamina tidak bisa beri keputusan, melainkan pemerintah setempatlah yang putuskan kebijakan kapan dan berapa besar naiknya,” terangnya.

Menurut Alicia, memang di Sumsel didominasi oleh pengguna gas elpiji 3 Kg yakni mencapai 1,6 juta rumah tangga. Hal itu terbukti dari konsumsi elpiji 3 Kg di Sumsel yang mencapai rata-rata 480 metrik ton per hari. “Sementara elpiji 12 Kg konsumsinya hanya sebanyak 90 metrik ton per hari. Jumlah penggunanya sangat kecil di Sumsel, karena harganya lebih mahal,” kata Alicia.

Mengenai HET elpiji 3 Kg yang akan ditetapkan Pemprov Sumsel, diakui Alicia, memang sudah sepantasnya diberlakukan. Apalagi sebenarnya saat ini harga eceran elpiji 3 Kg, sampai ke tangan pembeli sudah lebih dari HET tersebut.

“Untuk yang terkena dampak kenaikan HET pasti banyak. Tapi pengaruhnya tidak begitu besar. Karena sebenarnya harga di warung, bisa lebih dari harga tersebut dan masyarakat tetap beli dan konsumsi,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *