Daya Beli Masyarakat Menurun, Pasar Kini Sepi Pembeli

MUARAENIM – Daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini, setidaknya ditunjukkan dengan sepinya aktivitas jual beli di Pasar Lama maupun Pasar Baru. Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (19/10), banyak pedagang terlihat hanya sibuk berbincang dengan pedagang lainnya.

Padahal kemarin, adalah hari libur. Biasanya di hari libur, dua pasar di Tanjung Enim ini “diserbu” masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan pokok. Sejumlah pedagang yang dibincangi Kabar Sumatera mengakui, sepinya pembeli.

Mereka menyebut, kemungkinan besar sepinya pembeli itu dikarenakan anjloknya harga karet. Sehingga masyarakat terutama dari daerah uluan seperti dari Tanjung Agung, masih enggan pergi ke pasar.

“Iya pak, sepi. Biasanya kalau hari minggu seperti ini pasar ramai bahkan lalu lintas bisa macet. Namun sekarang sepi, paling yang datang warga sekitar sini,” keluh Wati, salah satu pedagang sayur di Pasar Lama Tanjung Enim, kemarin.

Menurutnya, selama ini masyarakat dari daerah huluan yang banyak meramaikan aktivitas pasar di Tanjun Enim.”Memang saat ini, lagi musim paceklik.Ya, akibat musim kemarau panjang, aktivitas di ladang maupun sawah menjadi lumpuh. Sehingga pasar juga terkena imbas, karena petani tidak mempunyai penghasilan,” terang Wati.

Senada dituturkan pedagang sayur lainnya, Ayu (40). Ia mengaku harus mengurangi stok daganganya, karena kuatir merugi. Sebab sebut Ayu, saat ini pembeli sangat sepi. “Dari pada sayuran busuk dan tidak laku dijual, saya kurangi stoknya. Misalnya cabe, tomat, dan sayuran lain saya kurangi,” ucap Ayu.

Sementara, Karnita (45), pengunjung pasar mengaku harga beberapa komoditi di Pasar Tanjung Enim, masih terbilang normal. Tidak ada kenaikan harga pada kebutuhan pokok yang terlalu signifikan. Namun ia juga merasakan, sepinya pengunjung di pasar. “Harga masih terbilang normal, seperti cabe seperempat Rp 8 ribu, justru harga telur malah turun Rp 2. Sekarang telur per kilogram nya Rp 16 ribu,” tukasnya.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI           




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *