Realisasi PAD Empat Lawang Baru 80 Persen

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – Pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Empat Lawang tahun 2014, baru sekitar 80 persen. Jumlah tersebut dihitung per 30 September lalu, dengan perolehan lebih kurang Rp 16 miliar dari target keseluruhan Rp 20 miliar.

Walau pun begitu menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Empat Lawang, Mgs A Nawawi, Dispenda tetap optimis bisa mencapai target. “Kita tetap yakin, bisa mencapai target walau sampai 30 September realisasi PAD baru 80 persen,” kata Nawawi yang dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (17/10).

Diterangkan Nawawi, selama ini sumber PAD potensial di Empat Lawang masih diperoleh dari pajak pertambangan galian C termasuk retribusi angkutan material. Selain itu, ada juga tambahan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak perhotelan dan rumah makan serta sumber PAD lainnya seperti bunga saham perbankan serta pajak langsung.

Namun sebutnya, tidak dipungkiri masih banyak sumber PAD di Empat Lawang belum digarap maksimal, bahkan belum tersentuh sama sekali. Misalnya, pajak reklame iklan dan baliho produk, juga pajak usaha peternakan burung walet.

“Kalau reklame sudah bertahap, tapi burung walet belum tersentuh sama sekali. Padahal di Empat Lawang ada banyak peternakan burung walet seperti di Pendopo, Tebing Tinggi dan Ulumusi,” ungkapnya.

Terkait walet dan reklame imbuh Nawawi, Dispenda akan berkoordinasi dengan Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPMD), untuk membahas Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai ketentuan umum dan pajak guna meningkatkan PAD Empat Lawang. “Kan sayang, kalau sumber PAD dibiarkan menguap. Kita akan kejar itu, agar bisa meningkatkan PAD Empat Lawang tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BPTPMD Empat Lawang, M Taufik melalui Kabid Monitoring dan Evaluasi, Chandra menjelaskan, hingga saat ini semua peternakan burung walet di Empat Lawang belum memiliki izin.

Untuk menarik retribusi kepada pengusaha burung walet tersebut jelas Chandra, BPTPMD terkendala belum adanya Perda atau pun Perbup. “Memang sudah ada keresahan masyarakat, terkait izin walet di Empat Lawang. Kita juga masih mempelajari persiapan Perda dan Perbup nya,” kata Chandra.

Sedangkan izin pemasangan iklan dan reklame sambungnya, juga belum ada Perda yang mengatur nya. “Padahal reklame, sangat potensial untuk meningkatkan PAD Empat Lawang,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *