Polda Sumsel Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Adik Bupati OKUS

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), dalam waktu dekat ini akan melimpahkan berkas pemeriksaan atas Sudirman, tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Jalan Jagaraga Ogan Kombring Ulu Selatan (OKUS).

“Kita sudah mengirim berkas pemeriksaan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Jum’at (17/10). Semoga saja bisa langsung dinyatakan lengkap sehingga tidak bolak-balik,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir.

Dilanjutkan Imran, ini pertama kalinya penyidik melimpahkan berkas pemeriksaan atas tersangka Sudirman ke Kejati Sumsel sejak Sudirman ditetapkan sebagai tersangka di awal tahun ini.

Berkas dinyatakan penyidik sudah cukup lengkap setelah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk keterangan dari mereka yang sudah berstatuskan terpidana. Selanjutnya, berkas yang sudah dinyatakan lengkap itu dilimpahkan ke Kejati Sumsel untuk didalami.

Jika seandainya dinyatakan lengkap, lanjut Imran, wewenang proses hukum terhadap Kepala Dinas OKU Selatan itu ada di Kejati Sumsel. Sebelumnya, Polda Sumsel akan melimpahkan tersangka berikut dengan barang bukti yang sudah disita.

Sampai saat ini, barang bukti yang disita berupa dokumen dan surat yang berkaitan dengan proyek Jalan Jagaraga. “Yang kita limpahkan masih berkas pemeriksaan tersangka Sudirman. Untuk tersangka lainya, yakni Irwan, masih kita lengkapi,” kata Irwan.

Dikatakan Imran, pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap Sudirman dan Irwan merupakan perkembangan dari tersangka Maulana. Maulana merupakan terpidana yang divonis penjara lima tahun oleh PN Tipikor Palembang.

Dari pengakuan Maulana, Sudirman terindikasi turut menerima aliran dana proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan. Untuk diketahui proyek pembangunan Jalan Jagaraga menggunakan APBD tahun 2011 senilai Rp36 miliar.

Kerugian negara mencapai Rp 9 miliar lebih berdasarkan penghitungan BPK Sumsel. Sementara dalam kasus ini sudah tiga orang yang menjalani sidang vonis yakni Maulana, Burhaenedi (PPTK), dan Khairul Amri (PPK).

 

TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR: SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *