Omelan Dijawab Sabetan Parang

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Tak senang hanya sendirian memadamkan api di kebun karet, Asnawi (40) mengomeli tetangganya berinisial Gs (34) 2 Oktober 2014 lalu. Omelan Asnawi dibalas dengan sabetan parang hingga mengenai jempol tangan dan kaki Asnawi.

Akibat kejadian itu, Asnawi menderita luka bacok di jempol tangan dan kaki kiri. Bahkan, Asnawi sempat pingsan di lokasi kejadian yang berlangsung di Dusun Kayulabu OKI. Asnawi lalu melaporkan kejadian itu ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Jum’at (17/10).

“Saya baru membuat laporan karena selama ini dirawat di rumah sakit. Saya berharap, polisi bisa menangkap keberadaan Gs dan teman-temannya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Asnawi.

Tertera dalam surat laporan, Gs dan Asnawi memiliki kebun karet di lokasi kejadian. Kebun keduanya terletak secara berdampingan tanpa ada jarak yang memisahkan. Sebelum kejadian berlangsung, Asnawi melihat kebun karet miliknya dan milik Gs terbakar.

Asnawi menduga kebakaran disebabkan oleh puntung rokok. Asnawi melihat api sudah cukup besar dan sebagian karet terbakar. “Saya lalu menghubungi ponsel Gs untuk mengajak sama-sama memadamkan api. Namun, tidak diangkat. Karena api sudah membesar, saya tidak punya waktu untuk sering-sering menelpon Gs,” kata Asnawi, seperti tertera di surat laporan.

Dengan bantuan keluarga dan kerabat, Asnawi memadamkan api di kebun miliknya. Ia juga memadamkan api di kebun Gs dengan harapan api tidak kembali menyambar ke kebun karet milik Asnawi. Saat itu, Gs tidak ada di lokasi.

Asnawi dan rekan-rekan berhasil memadamkan api. Saat itulah, Gs datang dengan beberapa rekanya. Asnawi lalu mengomeli Gs karena tidak membantu memadamkan api. “Saya dijawab dengan sabetan parang. Sempat pingsan waktu itu,” kata Asnawi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan sudah menerima laporan Asnawi. Laporan diterima dengan Surat Laporan Nomor LPB/919/X/2014/SUMSEL. “Akan kita cari keberadaan terlapor. Jnika terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR: SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *