Listrik Mati, PNS Pulang Lebih Awal

PALEMBANG – Lagi-lagi aktivitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kembali terhenti. Sama seperti sebelumnya, terhentinya layanan publik itu diakibatkan padamnya jaringan listrik di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang.

Pantauan Kabar Sumatera, Jumat (17/10), jaringan listrik di lingkungan Pemkot Palembang padam sejak pukul 10.00 WIB dan baru kembali nyala pukul 16.00 WIB. Akibat padamnya jaringan listrik dari PT PLN tersebut, aktivitas di Setda Palembang, lumpuh total. Banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memilih pulang lebih awal, akibat listrik yang padam.

Harusnya para abdi negara itu, pulang pukul 16.30 WIB. Namun padamnya listrik, dijadikan momen oleh mereka untuk pulang lebih cepat. Sekitar pukul 15.30 WIB, banyak PNS dan honorer di Pemkot yang terlihat meninggalkan ruang kerjanya untuk pulang.

“Tidak ada yang bisa dikerjakan, kalau listrik mati. Lebih baik, pulang saja ke rumah,” kata salah seorang PNS Pemkot Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, saat hendak meninggalkan ruangan kerjanya, kemarin.

Namun pria yang lulus PNS tahun 2009 ini mengaku, siap kembali ke kantor kalau listrik sudah kembali menyala. “Pulangnya hanya sebentar, kalau listrik kembali menyala ya kembali lagi ke kantor,” ucapnya.

Padamnya aliran listrik ini, juga terjadi di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), yang berada satu kompleks dengan Pemkot Palembang. Masyarakat yang hendak mengurus berbagai perizinan, harus dibuat kecewa karena tidak bisa dilayani.

“Harusnya disiapkan genset. Jadi, apabila listrik padam, layanan tidak terhenti. Kalau seperti ini, kami yang susah,” keluh Abi (38), salah seorang warga yang mengaku hendak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di KPPT.

Kepala KPPT Palembang, Diankis Julianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Informasi, Jani, membantah layanan di KPPT terhenti akibat akibat listrik padam. Menurutnya, layanan tetap berjalan walau harus dilakukan secara manual. “Warga yang hendak mengurus perizinan, tetap kita layani. Namun, hanya di data dulu. Setelah listrik menyala, data kami masukkan ke komputer untuk di proses,” sebutnya.

Terpisah, Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Setda Palembang, Ngadiran mengaku, pemkot sebenarnya sudah memiliki genset. Namun daya yang dihasilkan genset tersebut, tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik keseluruhan ruangan di Pemkot Palembang. “Kita hanya memiliki genset dengan daya 150 Kilo Volt Ampere (KVA). Itu hanya cukup memenuhi kebutuhan listrik di ruangan kerja wali kota dan wakil wali kota,” jelasnya.

Ngadiran mengaku, kebutuhan listrik di lingkungan Pemkot Palembang mencapai 1000 KVA. Rinciannya, Balai Kota 200 KVA, kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) 200 KVA, KPPT 150 KVA, Setda 350 KPA dan ruang rapat Parameswara 100 KVA. “Kita sudah merencanakan, untuk membeli genset dengan daya besar. Diprakirakan butuh Rp 2,5 miliar untuk pengadaannya, dananya segera kita anggarkan di APBD,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *