Kabut Asap Palembang Alami Penurunan

Jembatan Ampera yang Nyaris "Menghilang" Akibat kabut Asap | Foto : Bagus Kurniawan

Jembatan Ampera yang Nyaris “Menghilang” Akibat kabut Asap, Beberapa Waktu Lalu | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang menyebut kabut asap pekat yang menyelimuti Palembang, sejak satu pekan terakhir mulai berangsur-angsur menurun. Sementara kualitas udara di Palembang dalam katagori tidak sehat sehat atau menurun dari sebelumnya di level berbahaya.

“Alhamdulillah, hasil pengecekan kualitas udara yang kami lakukan 15 Oktober lalu, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di angka 274. Kabut asap di Palembang, sedikit mengalami penurunan,” kata Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan, BLH Palembang, Heni Kuniawati, Jumat (17/10).

Heni mengatakan, dalam melakukan pengecekan kualitas udara, BLH menggunakan alat pemantau kualitas udara seperti CO, PM 10, NO2, O3 dan SO2. Pengambilan contoh udara itu, dilakukan dengan alat High Volume Sampler (HVS) yang ditunjukkan PM 10 tinggi. “Dari PM 10 itulah, kami berani katakan udara Kota Palembang levelnya turun ke katagori sangat tidak sehat dari sebelumnya katagori berbahaya,” sebut Heni.

Heni mengaku, walaupun kabut asap sedikit mengalami penurunan. Tapi, tetap mengganggu jarak pandang maupun kesehatan. Menurutnya, agar kabut asap terus berkurang, solusinya adalah hujan.

“Walaupun hujan tidak terjadi di Palembang, tetapi dengan turunnya hujan dibeberapa daerah di Sumsel berpengaruh berkurangnya kabut asap di Palembang. Karena, kabut asap yang ada saat ini, merupakan kiriman dari daerah lain,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang, Saim Marhadan mengatakan, agar hujan segera turun diharapkan seluruh masyarakat Sumsel khususnya Palembang, dapat berdo’a dan meminta kepada Allah SWT agar hujan dapat segera turun.

Sebab katanya, kabut asap yang ada sekarang ini merupakan peringatan dari Allah SWT akibat ulah manusia sendiri. “Dalam berdoa hendaknya, hati harus bersih. Artinya tidak ada dengki dan kebencian, antara umat manusia,” imbuhnya.

Saim menambahkan, secara tidak sadar dengan hati kotor bisa merusak alam. Akibatnya berimbas kepada manusia itu sendiri. Dalam hal ini Allah SWT urainya, memberikan peringatan agar manusia tidak merusak bumi. “Mari kita berdoa bersama agar Allah memberikan ampunan kepada kita semua. Dan segera diturunkan Nya hujan,” tukasnya.
TEKS      : ALAM TRIE PUTRA
EDITOR    : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *