HTI Tuntut Jokowi Ganti Demokrasi dengan Sistem Kepemimpinan Islam

Hizbut Tahrir Indonesia | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Hizbut Tahrir Indonesia | Foto : Bagus Kurniawan/KS

INDRALAYA – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Hitbut Tahir Indonesia untuk wilayah Palembang menggelar aksi simpatik di Timbangan 32, Kota Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (17/10), sore.

Aksi tersebut ditujukan kepada Presiden terpilih Joko Widodo yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang. Mahasiswa berorasi dengan tuntutan resolusi mahasiswa Islam Indonesia kepada rezim Jokowi.

Koordinator aksi, Fardi mengatakan. ada lima tuntutan mahasiswa Islam Indonesia yakni agar Pemerintahan Jokowi mengembalikan Tambang Emas Papua, Blok Cepu, Blok Natuna dan kekayaan alam yang dikuasai asing.

“Lalu hentikan pinjaman luar negeri dan hutang riba, wujudkan Rp 3000 Triliun APBN Suplus yang berasal dari kekayaan alam,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain itu, Jokowi juga harus memindahkan seluruh investasi di sektoir riill yang diharamkan sehingga akan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya.

“Untuk diketahui, ada sekitar 7,24 juta pengangguran dan 47 juta jiwa berada di garis kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, melarang seluruh bentuk pergaulan bebas, pornografi, porno aksi, narkoba, lokalisasi dan lain-lain. “Kita catat, ada 2,5 juta remaja telah melakukan aborsi,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya menuntut kepada rezin Jokowi untuk segera mengganti sistem domokrasi dengan sistem Islam dalam kepempinan khilafah berdasarkan metode kenabian sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran dan As Sunah.

 

Teks : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *