Dana Bangub Untuk Banyuasin tak Kunjung Cair

BANYUASIN – Dana Bantuan Gubernur (Bangub) Sumatera Selatan (Sumsel) senilai Rp 1,6 miliar untuk 16 kelurahan di Kabupaten Banyuasin, hingga saat ini tak kunjung cair. Padahal dana Rp 100 juta untuk setiap kelurahan itu, digunakan untuk berbagai kegiatan di kelurahan dan masyarakat.

Akibatnya, sejumlah kegiatan di kelurahan seperti PKK, Posyandu, Karang Taruna, ekonomi produktif, penambahan LPMK dan penambahan penghasilan untuk Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N), tersendat.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (BPMD) Kabupaten Banyuasin, Agustinus, membenarkan bahwa sampai saat ini dana bangub untuk kelurahan di Bumi Sedulung Setudung tersebut, belum dicairkan.

Hal itu sebut Agustinus disebabkan, kelurahan tidak memiliki rekening. Padahal dana bangub tersebut, pencairannya langsung di transfer ke rekening masing-masing kelurahan. Persoalan ini jelasnya, tidak hanya terjadi di Banyuasin tetapi hampir di semua kabupaten/kota di Sumsel.

“Kalau untuk desa, sudah lama punya rekening sendiri sehingga tidak ada masalah dan sudah lama cair semua. Sementara kelurahan, tidak memiliki rekening bank, sehingga pencairannya terkendala,” jelas Agustinus saat dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (17/10).

Lurah-lurah di Banyuasin sebut Agustinus, sudah banyak yang mengeluhkan persoalan tersebut. Namun BPMD terangnya, tidak bisa berbuat banyak kecuali meneruskan keluhan tersebut Pemprov Sumsel dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Banyuasin.

Namun sebutnya, sampai saat ini BPMD belum bisa memastikan kapan dana tersebut bisa dicairkan. “Tetapi informasi yang kami dapat, katanya dalam minggu-minggu ini dananya sudah bisa dicairkan,” tegasnya.

Ia juga menerangkan, dana bangub dikucurkan oleh Pemprov Sumsel untuk semua desa dan kelurahan di Sumsel. Untuk kelurahan, dana yang diberikan sebesar Rp 100 juta. “Dana tersebut, diperuntukan bagi berbagai kegiatan kelurahan dan masyarakat. Selama ini, dana nya di transfer ke rekening kecamatan. Sehingga kelurahan, mencairkannya melalui kecamatan. Namun sekarang tidak boleh lagi, sebab dananya langsung di transfer ke rekening kelurahan,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *