Daerah Tertinggal di OKI Masih 145 Desa

ilustrasi | Dok KS

ilustrasi | Dok KS

KAYUAGUNG – Jargon Bupati OKI membangun OKI dari desa mau tidak mau harus ditepati janji kampenye tersebut. Bagimana tidak dari 321 jumlah desa dan kelurahan di Bumi Bende Seguguk, ternyata masih ada 145 desa yang dinyatakan sebagai desa tertinggal. Nah dengan demikian hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Bupati OKI, Iskandar SE selama lima tahun kedepan.  Sehingga OKI bisa setera dengan kabupaten lain yang dinilai lebih maju.

 

Bupati OKI Iskandar, menghakui tentang adanya 145 desa yang masih tertinggal, namun kendati demikian pihaknya berjanji akan memajukan desa tersebut melalui program-program yang berpihak ke masyarakat, selama lima tahun kedepan.

 

Menurut Iskandar, meski demikian Kabupaten OKI sudah dinyatakan oleh pemerintah pusat sudah tidak termasuk salah satu kabupaten tertinggal.

 

Iskadar berjani pihaknya terus berupaya membangun Kabupaten OKI secara merata, tidak boleh pembangunan kabupaten OKI  tidak seimbang baik wilayah barat maupun wilayah timur.

 

“Selama ini kita ketahui bersama bahwa pembangunan wilayah barat dan timur tidak seimbang, wilayah barat lebih maju dibandingkan wilayah timur, oleh sebab itu kita bangun OKI ini dimulai dari desa,” terangnya.

 

Pembangunan Kabupaten OKI yang merata menurut Iskandar dapat dilakukan dengan program kerja yang di canangkan yakni Membangun OKI dari Desa.

 

“Kedepan bagaimana kita upayakan  tidak ada lagi desa yang tertinggal, Pada tahun 2015 anggaran pembangunan Infrastruktur untuk wilayah timur perairan) kita perbanyak,” katanya.
Dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten OKI, lanjut Iskandar telah terjadi pergeseran paradigma dari “membangun daerah ke membangun desa. Konsepsi ini tegasnya telah ditetapkan sebagai program strategis dalam RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2014-2019.

“Sejumlah program strategis pembangunan OKI yang dimulai dari desa antara lain melalui penyediaan infrastruktur dasar perdesaan melalui pembangunan infrastruktur perdesaan seperti jalan, jembatan, listrik air bersih dan sanitasi, Peningkatan layanan kesehatan, oleh sebab itu anggaran Desa kita tingkatkan,” ungkapnya.

Program-program yang disiapkan ini kata Iskandar bertujuan untuk menguatkan  dan pemberdayaan desa dengan pendekatan  partisipatif dari seluruh masyarakat. Program Prioritas RPJMD Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2014-2019.

“Infrastruktur dasar perdesaan yang merata melalui pembangunan infrastruktur perdesaan seperti jalan, jembatan, listrik air bersih dan sanitasi. Peningkatan layanan kesehatan dengan membangunan satu desa satu poskesdes, membangunan satu desa satu paud atau TK dan TPA, menggerakan perekonomian masyarakat perdesaan dengan melakukan pengembangan satu desa satu koperasi,” ujarnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *