Tragis, Sugianto Tewas Diracun Temannya

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Naas menimpa Sugianto (69), warga Dusun V, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Ia harus meregang nyawa, diduga akibat racun insektisida yang dicampur dalam makannya.

Tragis nya, Sugianto diduga sengaja di racun oleh temannya sendiri yakni Nizam (35), warga yang sama. Racun hama Insektisida merek Primadan 3 GR itu, diduga dicampurkan Nizam ke dalam nasi bungkus Sugianto, Selasa (14/10) sekitar pukul 21.00 WIB lalu.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Kamis (16/10), kejadian berawal saat Sugianto meminta kepada Nizam untuk ditemani ke rumah anak angkatnya di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Permintaan itu, langsung disetuji Nizam. Entah setan apa dalam pikiran Nizam, tiba-tiba ia mempunyai niat menghabisi nyawa temannya tersebut. Nizam pun diam-diam menyiapkan racun hama jenis Insektisida merk Primadan 3 GR saat pergi bersama korban.

Setibanya di Cambai, korban dan pelakupun berhenti di sebuah rumah makan. Disana keduanya, membeli nasi bungkus kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Putak. Sesampai di Simpang Desa Putak tepatnya di bawah tower di Kecamatan Gelumbang, Nizam mulai melancarkan aksinya.

Ia mengajak Sugianto untuk berhenti sejenak, guna menyantap nasi bungkus yang sudah dibeli. Saat nasi bungkus baru saja dibuka, korban berniat untuk buang air kecil. Momen itulah dimanfaatkan pelaku, mencampurkan racun ke nasi bungkus korban.

Usai buang air kecil, tanpa curiga korban menghabisi nasi bungkus miliknya. Belumlah nasi habis disantap, korban mendadak pusing dan merasakan sakit. Melihat korban sudah mulai tak berdaya.

Untuk menghilangkan jejak aksinya, Nizak menghubungi anak angkat korban yang tidak jauh tinggal dari TKP. Dengan kondisi yang mulai lemas, korbanpun dibawah ke rumah anak angkatnya tersebut bersama pelaku. Sepat pukul 00.00 WIB, korban menghembuskan nafas nya yang terakhir.

Keesokannya, karena melihat ada hal yang ganjil dalam kematian korban yakni di mulutnya mengeluarkan buih, anak angkatnya pun memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian serta membawa jenazah korban ke Puskesmas Gelumbang untuk di visum.

Dengan wajah tanpa dosa, pelakupun ikut membawa jenazah korban ke Puskesmas. Setelah diselidiki petugas, kecurigaanpun mengarah ke pelaku. Akhirnya pelakupun di ciduk di Puskesmas Gelumbang.

Dihadapan penyidik barulah Nizam mengakui perbuatannya. Ia menyebut, tega meracuni temannya tersebut, karena sakit hari. Sebab korban selalu menagih dan meminta uang miliknya kepada pelaku.

Sugianto sebelumya, sempat hendak membeli tanah, Nizam lah yang menjadi calo nya. Namun uang sebesar Rp 15 sudah diberikan, ternyata tanah yang dibeli tidak ada. Karenanya, korban minta uang nya dikembalika.

“Aku neh perantara be pak dalam jual beli tanah tu, uangnya sudah aku kasihkan ke penjual tanah, tapi ternyata penjual itu menipu aku. Uangnya hilang, aku kesal dengan Sugianto, dia selalu nagih uang itu padahal bukan saya yang memakan uang itu,” kilahnya.

Kepala Polres Muraenim, AKBP M Aris yang di konfirmasi melalui Kapolsek Gelumbang, Iptu Mulyono membenarkan adanya kejadian tersebut. “Saat ini pelaku, sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *