Rugi Pengusaha Akibat Asap

PALEMBANG – Tebalnya asap hingga mempengaruhi transportasi di Sumsel diakui merugikan bisnis hotel dan restoran. Juga mengakibatkan terhambatnya jalur transportasi darat, laut, maupun udara.

“Jelas pengaruh sekali akibat asap ini. Banyak juga event-event jadi batal. Sebagai PHRI bukan utama menghitung kerugian. Yang lebih prihatin, asap diisap jutaan uang. Dak jelasnya penerbangan, cancel. Bencana ini yang bisa dikendalikan. Bukan seperti gempa bumi,” ungkap Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Sumsel Herlan Asfiudin SH didampingi Sekretaris Solahudin, Kamis (16/10).

Herlan yang juga owner Hotel Rian ini mengatakan mestinya masalah asap ini bisa diantisipasi sejak dini dan tingkat paling bawah. Saat ini ada sebanyak 100 karyawan dari hampir seluruh hotel mengirim karyawan. Baik dari bintang 4, bintang 5.

“Bisa diupayakan tidak keluar asapnya, asal jajaran pemerintah bawah sampai ke camat. Ditekankan kalau ada asap di situ, kau kupecat. Ini karena dibiarkan. Baru sibuk galo. Kalau sudah besar susah. Pernah di forum diskusi soal asap di BI. Ganti saja BNPB menjadi badan pencegahan bencana,” ujar Herlan yang kini menjabat Ketua POBSI Kota Palembang.

Katanya, PHRI bukan hanya orientasi bisnis. Tapi juga mau berpartisipasi untuk aksi sosial. Mereka membentangkan spanduk BPD PHRI Sumsel prihatin terhadap bencana kabut asap di Sumsel. Hukum seberat-beratnya perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan hutan. Stop pembakaran hutan.

Ujar Herlan, semestinya bencana asap ini bisa diantisipasi sejak dini, jadi bencana asap ini dapat di cegah sehingga tidak meluas seperti saat ini. Pemerintah sebenarnya harus dapat berkoordinasi dengan pihak kecamatan sehingga kebakaran hutan dibeberapa wilayah dapat diantisipasi.

“Pemerintah sebenarnya lebih tegas terhadap bawahan seperti camat dalam mengantisipasi kebakaran hutan, supaya kebakaran bisa diantasipasi,” ujarnya.
TEKS     : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *