Penjual Produk Expired Disanksi

expiredf][PAGARALAM – Upaya menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan terhadap peredaran sejumlah makanan dan minuman dalam katagori produk expired atau kadaluarsa di pasaran, Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) akan berikan sanksi tegas kepada pelaku usaha tersebut jika masih ada yang memajang barang dagangannya.

“Produk expired harus ditarik dari pasaran, karena akan menimbulkan banyak kerugian kepada konsumennya,” kata Kepala Disperindagkop UKM PP Kota Pagaralan, Rahmat Madroh SSos melalui Kabid Perdagangan Rano Fahlesi SE MSi, kemarin (15/10).

Dikatakannya, produk expired atau yang habis masa aman konsumsi, terutama produk makanan dan minuman harus segera ditarik dari pasaran. Sebelum hal itu dapat membahayakan orang yang mengonsumsinya.

“Jika ada toko hingga warung dan lainnya masih ada yang memajang dan menyimpan produk expired tersebut, akan ditindak tegas” katanya seraya berujar sesuai dengan Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen telah diatur hak dan kewajiban baik penjual maupun konsumennya, namun jika masih ada distributor nakal yang tetap menjual produk apapun yang kadaluarsa dapat dikenakan sanksi yang berlaku.

Kendati demikian tambahnya, pihaknya mengimbau agar distributor produk makanan dan minuman yang tak layak dikonsumsi untuk segera menariknya dari peredaran. Apalagi beberapa waktu lalu sempat beberapa kali mendapati temuan produk yang tidak aman dikonsumsi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Drs Roshan YM MKes melalui Kabid Farmakmin Sugihartono SKM MKes menegaskan, sejauh ini pihaknya tengah berupaya memberikan sosialisasi maupun imbauan terkait dampat buruk bila mengkonsumsi produk kadaluarsa. Terutama menjelang hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha, banyak warga membutuhkan produk makmin, Dinas Kesehatan bersama dinas terkait kerapkali melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan razia ke lapangan terutama produk kue-kue yang seringkali tidak dilabeli limit kadaluarsa.

“Kepada penjual, agen ataupun pembuatnya dimbau agar dapat untuk memberi label produk guna mengetahui apakah produk itu masih layak dikonsumsi atau tidak,” singkatnya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *