November, Hujan Baru akan Turun

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Masyarakat Sumsel nampaknya, masih akan terus menghisap udara yang buruk sampai awal November mendatang. Pasalnya, kabut asap pekat yang menyelimuti Sumsel akibat kebakaran lahan, kemungkinan masih akan terus berlangsung.

Itu karena, musim hujan diprediksi baru akan tiba pada awal November. Padahal hujan lah, yang diharapkan bisa memadamkan kebakaran lahan, yang terjadi di Sumsel saat ini. “Kita prediks, awal November baru akan musim hujan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Kenten, Palembang, Indra Purna, Kamis (16/10).

Awalnya terang Indra, BMKG memprediksi, hujan akan mulai turun di Sumsel pada awal Oktober. Namun karena fenomena el nino, uap air kurang untuk pembentukan awan hujan. “Secara keseluruhan, musim hujan akan datang pada awal November mendatang, sekarang ini sudah mulai memasuki musim pancaroba, hal itu dilihat dari awan yang sudah mulai mendung, dan gerimis,” ungkapnya.

Indra menyebutkan, apabila dalam waktu 10 hari kedepan terjadi hujan gerimis terus menerus, maka besar kemungkinan musim hujan akan tiba di akhir Oktober. “Yah, tergantung awan. Apabila awan sudah banyak, secara otomatis hujan akan datang,” ucapnya.

Ditanya, berapa lama untuk menghilangkan kabut asap yang melanda Sumsel khususnya Palembang, Indra menjawab, apabila hujan dengan intensitas tinggi, maka kabut asap bisa hilang dalam waktu lima hari. “Namun, apabila intensitas hujan sedang. Kemungkinan kabut asap baru hilang tujuh hari,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Anton Suwindro mengatakan, memasuki musim pancaroba, masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. Pasalnya, saat musim hujan tiba, ada beberapa penyakit yang sering muncul. Seperti, influenza, demam berdarah dengue (DBD), diare, dan gangguan pencernaan. “Masyarakat harus lebih waspada, kekebalan tubuh harus dijaga dengan cara memperbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan perbanyak minum air putih,” himbaunya.

Anton menambahkan, penyakit yang paling rentan terjadi pada saat musim hujan adalah DBD. Penyebabnya adalah banyaknya genangan air. Karena, genangan air menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk. “Langkah antisipasinya adalah mengubur barang bekas, menutup bak penampungan dan menguras bak mandi,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *