Kabut Asap, “Goyang” Industri Pariwisata

RIAU – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Hariyadi Sukamdani, memperkirakan tingkat okupansi hotel menurun sekitar 10-15 persen akibat asap tebal kebakaran hutan Riau.

“Kami estimasi penurunan sekitar 10-15 persen,” kata Hariyadi.

Menurut dia, asap menyebabkan sektor pariwisata di provinsi tersebut turun. Banyak pertemuan bisnis atau rencana liburan wisata batal karena munculnya asap tersebut.

“Asap ini tentu saja mengganggu, aktivitas pariwisata orang menjadi terganggu khususnya di Pekanbaru,” katanya.

Tapi, Kadin menilai penurunan ini tidak terlalu signifikan mengingat Pekanbaru bukan daerah tujuan wisata utama. Jumlah city hotel atau hotel di kota besar dan dikhususkan untuk pertemuan bisnis juga tidak terlalu banyak dibandingkan beberapa kota besar lain.

“Untungnya Pekanbaru bukan city hotel, jadi tidak terlalu berdampak signifikan bagi sektor wisata,” katanya.

Ketua Umum PHRI, Yanti Sukamdani, menilai sektor pariwisata pasti mengalami penurunan akibat kabut asap di Riau. Menurut dia, asap sudah mengganggu aktivitas penerbangan dan pariwisata provinsi. Ia memperkirakan terjadi penurunan dalam okupansi hotel, penerbangan.

“Banyak juga yang membatalkan pertemuan bisnis karena asap. Tapi, kami belum bisa memperkirakan penurunan karena belum ada laporan,” katanya.

 

TEKS   : LITBANG KS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *