Investor Gagal Datang akibat Kabut Asap

Ilustrasi Investasi | Ist

Ilustrasi Investasi | Ist

PALEMBANG – Kabut asap pekat yang menyelimuti Sumsel terutama Palembang, sejak beberapa hari terakhir sudah membuat aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Sumsel, terganggu. Setidaknya itu ditunjukkan dengan gagalnya datang, investor yang akan merenovasi Pasar Cinde.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Kamis (16/10), Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang dan PT Aldiron, investor yang akan mendanai renovasi Pasar Cinde, akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas renovasi pasar tersebut.

Namun karena kabut asap, pesawat yang ditumpangi manajemen PT Aldiron tak bisa mendarat ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang. Akibatnya, rapat pun terpaksa ditunda. “Rapat kita tunda. Laporan kita, penerbangan mereka tertunda kabut asap,” kata Asisten II Bidang Keuangan, Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri di Griya Agung, kemarin.

Namun kata Ruslan, pembahasan renovasi Pasar Cinde akan terus dilakukan. Dalam renovasi pasar itu, akan di prioritaskan di dua lantai. Sebab lantai dua, akan dipakai sebagai tempat sementara bagi pedagang untuk tetap bisa berdagang.

Menurutnya, relokasi lapak pedagang tetap dilakukan sembari menunggu menunggu pembangunan Pasar Cinde selesai. Lapak sementara ini, akan disesuaikan dengan lapak standar yang ada. “Jumlahnya saya lupa. Bisa saja 100 lebih lapak,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sengaja memprioritaskan dua lantai, untuk memasukkan para pedagang yang telah ditempatkan di lapak sementara tadi. “Untuk tujuh lantai sisanya, juga tetap akan kita bangun,” imbuhnya.

Selama pembangunan ini berjalan, ia menjamin jika Pasar Cinde Palembang tidak akan mengubah fungsinya sebagai pasar tradisional. Pedagang yang berada di lantai satu dan dua di Pasar Cinde, dalam rancangan awal akan menjual barang kebutuhan pokok seperti yang ada sekarang ini.

Menurut Ruslan, berdasarkan perencanaan awal, konsep kembaran Pasar Johar Semarang ini akan dibangun hingga sembilan lantai, tanpa mengubah fungsinya sebagai pasar tradisional. “Para pedagang yang menjual daging, ikan dan menjadi pasar basah tetap bisa melakukan aktivitasnya. Hanya saja, dengan sedikit penataan, agar tidak kotor dan berbau. Kalau sebelumnya Pasar Cinde hanya diakses kalangan menengah dan bawah, kedepan akan menjadi pasar tradisional untuk semua kalangan karena sudah baik penataannya,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pemprov Sumsel dan PT Aldiron sudah menyepakati desain Pasar Cinde yang baru, nantinya terintegrasi dengan monorel atau kereta dengan jalur tunggal yang melalui Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, akan dibangun penginapan murah yang ditempatkan di lantai paling atas.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *