Diduga Ada Perkebunan Sawit Ilegal Atasnamakan Milik Kelompok Tani

Ilustrasi Kebun Sawit | Ist

Ilustrasi Kebun Sawit | Ist

MURA – Ada modus baru, yang dilakukan pengusaha untuk lepas dari perizinan dalam membuka usaha perkebunan. Modusnya, dengan mengatasnamakan perkebunan kelapa sawit itu, milik kelompok tani.

Modus inilah, yang diduga dipakai dalam perkebunan kelapa sawit yang ada di dalam kawasan hutan di Desa Tambangan dan Sadu, Kecamatan BTS Ulu. Luas perkebunan tersebut, mencapai ribuan hektar.

“Ya, kami mendapatkan laporan itu dari masyarakat. Karenanya kami menurunkan tim, untuk mengecek kebenarannya,” kata Camat BTS Ulu Zulkarnain melalui Sekcam, Hendra Amoer, kemarin.

Hendra menyebut, perkebunan kelapa sawit dimaksud adalah milik pengusaha berinisial SK. Warga Desa Sadu jelasnya, sudah mendesak kecamatan untuk melakukan penertiban. Bahkan warga desa, sudah memblokir akses jalan menunju perkebunan tersebut. “Setahu kami, SK itu tidak memiliki bisnis kelapa sawit membuka usaha pengelolaan kayu,” terang Hendra.

Hendra menerangkan, pihaknya sudah menggali informasi dari masyarakat mengenai keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Informasi dari warga, ada ribuan hektar luas perkebunan kelapa sawit milik SK. SK beralibi, perkebunan kelapa sawit itu milik kelompok tani.

“Namun kelompok tani mana, sudah terdaftar atau tidak, itu yang akan kita cari. Kami menilai, ada modus baru untuk membuka perkebunan tanpa izin dengan mengatasnamakan masyarakat. Karenanya, itu akan dilakukan penelusuran. Sebab dari luasan lahannya, sudah harus memiliki izin,” ungkapnya.

Pihaknya sebut Hendra, akan mengajak Dinas Kehutanan (Dishut) untuk mengecek keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut. “Sehingga bisa diketahui, apakah perkebunan itu memiliki izin atau tidak. Jika tidak memiliki izin, akan kita tindak tegas sehingga tidak jangan sampai masyarakat yang justru mengambil tindakan,” tukasnya.

 

TEKS           : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *