Asap Pekat, Siswa tak diliburkan

KAYUAGUNG – Kabut asap yang kian parah menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, tak terkecuali Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Membuat beberapa kabupaten/kota mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, seperti Kota Palembang, Muba dan lainnya.

Namun tidak demikian dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) walaupun diketahui kualitas udara di Bumi Bende Seguguk mengkhawatirkan, sepertinya pihak pemerintah kabupaten setempat belum mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah.

“Kami tidak meliburkan sekolah, karena menurut kami kondisi kabut di OKI tidak begitu mengkhawatirkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan OKI, Iskandar ZA, melalui Sekretarisnya, Dedi Rusdianto, SPd, Rabu (15/10).

Menurut Dedi, sejauh ini mengenai udara OKI yang dianggap masih sedang, karena tidak ada laporan dari para guru baik lisan maupun tertulis kepada pihaknya yang mengelukan asap saat di pagi hari.

“Kita tidak menerima laporan dari para guru yang mengeluhkan hal ini, jadi tidak akan kita liburkan sekolah,” ujarnya.

Namun begitu, kondisi udara yang kurang baik ini, pihaknya terus mengimbau kepada seluruh sekolah, agar mereka dalam berkativitas keluar rumah menggunakan masker.

“Hal ini kita maksudkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA yang rentan terjadi saat ini,” katanya.

Sementara Parman, salah satu sopir jurusan Pedamaran- Kayuagung, yang setiap hari mengantar puluhan siswa yang bersekolah di Kayuagung, mengaku sedikit kesulitan dengan kabut asap tebal pada pagi hari. Menurut dia, jarak pandang jalan tidak terlihat nampak seperti biasa. Oleh sebab itu, dirinya mesti ekstra hati-hati saat mengendari mobil di pagi hari.

“Ya, sempat terganggu juga karena kabut asap tebal di pagi hari, makanya kami sebagai sopir harus ekstra berhati-hati,” ucapnya.

Sementara untuk wilayah kawasan OKI sendiri akibat kabut asap yang tebal menyelimuti, telah menyebabkan satu insiden kecelakaan lalu lintas di jalintim OKI, kawasan Teluk Gelam, pada pagi hari antara fuso dan trailer, akibat kejadian naas itu lima korban meregang nyawa dan satu orang kritis.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *