Wawako Lubuklinggau Turun ke Jalan Bagikan Masker

Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar turun ke jalan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan,Selasa (14/10/2014) | Foto : Dok KS

Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar turun ke jalan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan,Selasa (14/10/2014) | Foto : Dok KS

LUBUKLINGGAU – Ada pemandangan yang sedikit berbeda di sejumlah jalan protokol di Kota Lubuklinggau, selasa (14/10). Itu karena Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar tak biasanya berada dipinggir jalan-jalan protokol di Kota Lubuklinggau.

Orang nomor dua di Kota Lubuklingau itu, bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dan Direktur RS Siti Aisyah, membagi-bagikan masker kepada pengendara kendaraan yang melintas.

Masker itu dibagikan, sebagai antisipasi merebaknya wabah penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) karena semakin pekatnya kabut asap. “Kabut asap saat ini sudah pekat, kita memberikan perlindungan dini dengan membagikan masker kepada masyarakat agar mereka bisa terhindar dari gejala penyakit yang bisa datang disebabkan oleh kabut ini,” kata Sulaiman, kemarin.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lubuklinggau, H Nawawi Akib dibincangi disela-sela pembagian masker tersebut menyebut, sudah 22 ribu masker yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Masker itu terang Nawawi, dibagikan dibeberapa titik keramaian di Kota Lubuklinggau diantaranya kawasan simpang RCA, simpang Pemiri, depan kantor Dinkes dan Simpang Priuk, serta depan Masjid Agung Darussalam. “Masker ini, kita bagian sebagai bagian pencegahan terhadap berbagai penyakit yang bisa timbul akibat kabut asap,” jelas Nawawi.

Ia menjelaskan, dari data Dinkes Lubuklinggau, diakhir September lalu tercatat ada 605 orang menderita ISPA, mencakup juga pneumonia balita program P2 ISPA. Menurut Nawawi, kabut asap yang menyelimuti Bumi Silampari dalam beberapa hari terakhir sudah sangat menganggu aktivitas masyarakat.

“Kabut asap ini, sudah membuat jarak pandang semakin pendek. Tidak hanya itu, jika beraktivitas di luar ruangan, efek kabut asap ini sangat terasa seperti mata perih dan sesak nafas,” ujarnya.

Terpisah, Ritonga, salah satu warga Lubuklinggau yang dibincangi Kabar Sumatera, mengaku sangat terganggu dengan kabut asap yang kian pekat. Menurutnya, akibat kabut asap tersebut ia sempat mengalami sesak nafas dan mual serta muntah.   “Sudah beberapa hari ini, kabut asap tebal menyebabkan sesak nafas, mata agak perih, dan kalau naik motor harus berhati-hati karena jarak pandang juga terganggu,” tukasnya.

 

TEKS            : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *