Sat Pol PP Bongkar Paksa Lapak Pedagang di Padamaran

Puluhan anggota Sat Pol PP bongkar paksa lapak pedagang yang tak mau direlokasi di Desa Menang Raya, Pedamaran. | Dok KS

Puluhan anggota Sat Pol PP bongkar paksa lapak pedagang yang tak mau direlokasi di Desa Menang Raya, Pedamaran. | Dok KS

KAYUAGUNG – Puluhan anggota Sat Pol PP Kabupaten Ogan Konering Ilir (OKI) diturunkan guna membongkar paksa sejumlah lapak para pedagang “nakal” yang enggan direlokasi ke pasar baru yang tak jauh dari pasar lama, yakni sekitar 500 meter.

Dibongkar paksa lapak-lapak puluhan pedagang nakal tersebut, lantaran mereka yang semula telah diberikan tenggang waktu untuk pindah ke pasar baru selama dua minggu, sampai sekarang tak juga mau pindah. Akihirnya pihak pemerintah kecamatan Pedamaran, dan Desa Menang Raya, bekerjasama dengan Badan Pengelola Pasar dan Kebersihan OKI dan Sat Pol PP turun ke lepangan mengambil tindakan tegas.

Pantauan di lokasi, Selasa (14/10), puluhan anggota Sat Pol PP dengan menggunakan mobil damp truk membongkar paksa lapak di pinggir jalan yang memakan badan jalan. Lapak beratap itu dengan sekejap mata roboh dibongkar paksa angota Sat Pol PP, yang disaksikan langsung Camat Pedamaran, Herkoles, Kades Manang Raya, H Hendri, Ketua sekaligus penggagas relokasi pasar Pedamaran, Rusman Enan, Kapolsek Pedamaran, Iptu Agung Apriansyah dan sejumlah unsur tripika yang ikut menyaksikan pembongkaran paksa tersebut.

Camat Pedamaran, Herkoles, mengatakan, dibongkarnya secara paksa lapak- lapak tersebut karena kondisi pasar yang lama ini sudah tidak layak lagi dijadikan pasar. Pemerintah setelah telah berupaya memberikan kenyamanan kepada pedagang dengan merelokasi mereka ke pasar baru yang telah disipkan fasilitasnya, mulai dari lapak baru, serta sarana kebersihan lainnya.

Menurut camat bila kondisi ini tetap didiamkan seperti ini akan menjadikan jalan pasar tersebut terlihat semerawut, sementara jalan ini merupakan akses utama menuju kantor camat.

Para pedagang yang lapaknya di roboh, terlihat tak berdaya dan diam saja tanpa melakukan perlawanan. Sepertinya mereka pasra dan siap untuk direlokasi.

“Tidak ada perlawanan dari pedagang, karena kita jelaskan dan tujuannya baik, jadi mereka mengerti,” katanya.

Dari mereka para pedagang yang memiliki tempat tinggal memang merasa kecewa dengan upaya pemerinatah setempat merelokasi pasar tersebut. Mereka secara tidak langsung kehilangan mata pencaharian menyewakan lapak-lapak di depan rumahnya, kapada pedagang lain yang tidak memiliki lapak.

“Ya kita mengerti, namun bagi mereka (pedagang-red) keras kepala tidak mau pindah karena merasa itu tanah mereka, silahkan saja, tapi asalkan jangan menggelar danganan memasuki badan jalan,” ujar dia.
Kepala Badan Pengelola Pasar dan Kebersihan OKI, mengatakan pihaknya telah memgambil tindakan tegas ini karena masih ada sebagian pedagang nakal tidak mau pindah.

“Kami sebelumnya sudah memberi tenggang waktu, dan ternyata masih juga belum pindah, jadi dengan terpaksa kami bongkar,” katanya.

Kades Menang Raya, H Hendri, sangat mendukung direlokasinya pasar yang selama ini terlihat semerawut, menurut Hendri, pemerintah setempat merelokasi para pedagang bukan untuk merugikan, akan tetapi untuk menata rapi agar kondisi pasar terlihat rapi dan nyaman serta tidak semerawut lagi.

Sementara, Rusman Enan penggagas agar pasar lama direlokasi, mendapat kritik dan dibenci sejumlah pedagang, khususnya bagi mereka yang merasa dirugikan. Kendati demikian, Rusman Enan, tidak ambil pusing.

Mantan anggota dewan tahun 1990-an mengatakan, tujuan dia menggagas direlokasinya pasar lama, adalah untuk ketertiban, kerapian dan kenyaman.

“Sudah banyak yang benci dengan saya para pedagangan di sini gara-gara saya berhasil mengusulkan agar pasar ini dipindahkan, apalagi kalau masuk koran lagi, pasti banyak yang benci saya. Tapi biarlah inikan demi kebaikan, lihat kalau tidak dipindah selokan ini penuh lumpur dan sampah berserakan di mana-mana tanpa dipedulikan pedagang. Jadi kalau pindah kan yang nyaman kita sendiri, yang banggakan masyarakat Pedamaran, karena desanya bersih dan tidak semerawut,” tandasnya.

TEKS      : DONI AFRIANSYAH
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *